HAN ke-42 Sumedang: Wabup Fajar dan Kadisdik Dr. Eka Kompak Perkuat Proteksi & Karakter Anak Semarak

KABARPEMUDA.id — Gelak tawa dan riuhnya kreativitas anak-anak dari 26 kecamatan memadati Gelanggang Olahraga (GOR) Tadjimalela. Kemeriahan ini menjadi penanda puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2026, Kamis (30/7/2026). Acara ini merupakan muara dari rangkaian kompetisi dan unjuk bakat yang telah berlangsung sejak 28 Juli lalu.

Peringatan HAN tahun ini menjadi panggung besar bagi generasi muda melalui beragam perlombaan. Mulai dari lomba bercerita, tari kaulinan tradisional, tari kreasi, menyanyi solo, penilaian Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), hingga pawai karnaval yang diikuti secara antusias oleh perwakilan Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Sumedang.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia HAN 2026 sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, menegaskan bahwa perhelatan ini bukan sekadar ajang memperebutkan piala. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai wadah apresiasi dan pembentukan karakter anak sejak dini.

“Peringatan Hari Anak Nasional adalah momentum strategis untuk menghadirkan ruang positif yang aman, nyaman, dan edukatif bagi anak. Melalui pelestarian budaya lokal seperti tari kaulinan, kita tidak hanya mengasah bakat anak, tetapi juga menanamkan jiwa kerja sama, rasa tanggung jawab, serta mempererat sinergi antarsatuan PAUD di Sumedang,” ujar Dr. Eka Ganjar Kurniawan.

Di tengah pesatnya laju digitalisasi, Pemkab Sumedang juga menyadari adanya tantangan besar terhadap tumbuh kembang mental anak. Menjawab hal tersebut, pemerintah daerah mengambil langkah konkret dengan menerbitkan kebijakan pembatasan akses situs digital yang tidak sesuai bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menegaskan pentingnya peranan semua pihak dalam menjaga benteng perlindungan anak di era digital.

“Pemerintah tidak bisa bergerak sendirian. Pendampingan dari orang tua dan guru adalah kunci utama. Melalui pembatasan akses, edukasi, dan penguatan literasi digital, kita ingin memastikan anak-anak tumbuh di lingkungan yang sehat secara mental dan moral,” tutur M. Fajar Aldila.

Membuka puncak acara secara resmi, Wabup Fajar mengingatkan bahwa pemenuhan hak anakmulai dari hak tumbuh kembang, belajar, bermain, hingga perli ndungan dari bahaya digital adalah fondasi utama pembangunan daerah.

“Anak-anak yang kita jaga dan didik hari ini adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa. Wajah Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh sejauh mana kepedulian dan perlindungan yang kita berikan kepada mereka hari ini,” pungkasnya.***

Pos terkait