KABARPEMUDA.ID — Puluhan brand busana muslim memamerkan koleksinya pada kegiatan Indonesia Hijabfest 2026 yang digelar di Gedung Sabuga.
Ini merupakan gelaran Hibafest ke-14, sejak festival ini digulirkan pada Tahun 2012.
Ditargetkan, 20.000 pengunjung hadir pada gelaran yang dilaksanakan selama empat hari, 5-8 Maret 2026. Untuk transaksi diharapkan bisa mencapai Rp 10 miliar.
“Di Hijabfest 2026 ini ada 65 brand dari Jakarta, Depok, Bekasi, Bandung, Garut. Kami lakukan kurasi,” ungkap Founder Indonesia Hijabfest Sheena Krisnawati, Sabtu (7/3/2026).
Selain busana muslim, kegiatan ini juga diramaikan dengan Jabar Halal fair. Pihak Hijabfest bergadengan tangan dengan BI untuk pelaksanaan Jabar halal fair.
“Ada empat brand makanan dari Pasar Cihapit seperti batagor dan pisang Cihapit. Kami pilih dan hadir di sini,” ungkapnya.
Disamping BI, Hijabfest juga bekerja sama dengan BSI sebagai official bank partner karena hampir semua transaksi di gelaran ini cashless. “Sekarang setiap event perlu kerja sama dengan banj, karena hampir semua pembayaran cashleas,” ungkapnya.
Dikatakannya, hijabfest mulai digelar tahun 2012. Saat itu, tren hijab dan pengajian remaja sedang ramai-ramainya. Di sisi lain, Bandung menjadi pusat textile dan fesyen, karena itulah Hjhabfest digelar di Bandung.
Setalah Hijabfest 2012 sukses, event ini pun digelar setiap tahun dan bahkan ada yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Saar perfama kali digelar, kegiatan ini dikunjungi 20.000.
“Target pengunjung Hijabfest 2026, bisa dikunjungi 20 ribuan orang sampai hari Minggu,” terangnya.
Sementara untuk transaksi pada Tahun 2019 dapat mencapai Rp19 miliar dari empat kali event. Sementara dua tahun terakhir agak turun dibawah Rp 10 miliar
“Saya berharap kali ini bisa sampai Rp 10 miliar,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, industri halal di Jabar terus berkembang dengan baik. Jabar dengan jumlah penduduk sekitar 50 juta, di mana 97 persennya muslim.
“Jabar dengan segala macam potensi dan kreativitas anak muda dan UMKM yang tersebar di Jabar serta budaya lokal Jabar yang sangat banyak ini menjadikan potensi industri halal di Jabar semakin meningkat,” ungkapnya.
Pada tahun 2025, Jabar pun meraih penghargaan Adinata Syariah. Ini pun menunjukkan perekonomian syariah di Jabar sangat baik. Hal ini tentu saja tercipta dengan adanya kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak baik perbankan, pelaku usaha, maupun akademisi.
“Kolaborasi sangat diperlukan karena tidak bisa kami berjalan sendiri untuk meningkatkan pereknomian syariah dan industri syaraiah. Kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan menjadi kewajiban yang harus dijaga,” tuturnya.
Untuk sertifikasi halal, Pemprov Jabar di Tahun 2025 sudah mengeluarkan 800 ribu sertifikat halal. Tahun ini, sudah 640 ribuan yang dikeluarkan.
Ditempat yang sama, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, dunia fesyen memang salah satu sektor yang akan didorong oleh Pemkot Bandung. Salah satunya, busana muslim karena kreativitas dan skkala produksi untuk busana muslim di Kota Bandung semua ada.
“Ekosistemnya sudah jadi, tinggal penyempurnaan untuk perkembangan design dan pemilihan bahan,” ujarnya.
Masalah bahan ini, kata Farhan, sangat mengkhawatirkan karena pertumbuhan manufaktur di Kota Bandung sangat kecil. “Tantangan kita dalam teknologi bahan. Pelaku konveksi dan penjual baju muslim nyari bahan kemana kemana. Artinya pemerintah harus mulai memgembangkan sebuah sistem bahan yang baik,” jelasnya.
Sementara itu, Fitria Ekayani selaku Regional CEO BSI Region Bandung mengatakan, kegiatan Hijabfest bagian dari dukungan BSI kepada masyarakat di Jabar khususnya keberpihakan BSI untuk UMKM.
“Di bulan penuh rahmat inu, kami juga menyokong kegiatan-kegiatan umkm di beberapa tirik. Salah-satunya Hijabfeat di Sabuga, juga kegiatan UMKM di Sumamrecon dan pelataran parkir TSM,” ungkapnya.
Untuk kegiatan promo-promo juga cukup banyak. Diskon transaksi bagi pengguna BSI.
Rima Dwi Permatasari selaku SEVP ISE BSI, BSI sebagai bank syariah dan juga bank emas. “Selain BSI sebagai bank syariah, juga bisa beli emas dalam bentuk digital, dan bisa dicetak,” terangnya.
Dikatakannya, BSI sangat berpihak pada UMKM, karena BSI percaya UMKM sebagai pendorong ekonomi Indoensia. Hijabfest ini salah satu upaya dalam mendorong perkembangan UMKM.
“Salah satu sektor terbesar UMKM adalah fesyen dan kuliner. Dari angaran Rp 215 triliun, Rp 50 triliun disalurkan pada 350 ribu UMKM untuk mendapatkan pembiayaan dari BSI,” tuturnya.
Kepala BI Bandung Muhamad Nur mengatakan, Hijabfest sudah lama digelar selama 14 tahun, dari tahun 2012 . “Saat ini masih berlanjut, sangat luar biasa,” ujarnya. ***





