Inovasi Pompa Tenaga Surya DPKP Sumedang Ubah Sawah Tadah Hujan Jadi Lahan Produktif Tiga Kali Panen

KABARPEMUDA.id  — Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menjaga ketahanan pangan dan mengantisipasi dampak perubahan iklim global kian menorehkan bukti nyata. Melalui inovasi berwawasan lingkungan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang sukses mentransformasi lahan pertanian di wilayah pesawahan Blok Cibengang, Desa Ganjaresik, Kecamatan Wado, dari yang semula bergantung pada musim menjadi kawasan pertanian yang berdaya saing tinggi.

Sebagaimana disiarkan melalui unggahan video resmi di akun media sosial Humas DPKP Sumedang, Kepala DPKP Kabupaten Sumedang, Jum’at (14/8). Dr. H. Tono Suhartono, SP., MM., meninjau langsung operasionalitas infrastruktur Irigasi Perpompaan (IRPOM) berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) teknologi tenaga surya.

Bacaan Lainnya

Fasilitas vital yang dibangun memanfaatkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertanian sejak November 2023 tersebut kini beroperasi optimal. Kehadiran teknologi ini menjadi jawaban konkret atas ancaman fenomena kekeringan dan El Niño yang kerap membayangi sektor pertanian nasional.

“Alhamdulillah, sampai saat ini fasilitas irigasi perpompaan ini masih berfungsi dengan sangat baik. Lahan pertanian yang sebelumnya hanya mampu panen satu kali dalam setahun, kini dapat ditingkatkan produktivitasnya hingga tiga kali musim tanam dan panen,” ujar Dr. H. Tono Suhartono saat memberikan keterangan resmi di lokasi peninjauan.

Dr. H. Tono Suhartono menjelaskan bahwa sistem pemompaan ramah lingkungan ini mampu mengalirkan air dengan debit yang sangat memadai, yakni keluaran air sekitar 2,5 inci dari pipa berukuran 3 inci. Dengan pasokan air yang melimpah dan konsisten, potensi lahan seluas kurang lebih 20 hektar di kawasan tersebut kini dapat tergarap secara maksimal sepanjang tahun tanpa mengkhawatirkan datangnya musim kemarau.

Langkah strategis ini menasbihkan bentuk sinergi yang solid dan presisi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Kehadiran negara secara langsung di tengah para petani menjadi fondasi utama dalam mengatasi berbagai kendala teknis maupun geografis yang dihadapi di lapangan.

Dampak positif hadirnya teknologi ini turut dirasakan secara mendalam oleh masyarakat setempat. Kepala Desa Ganjaresik, H. Abdurahman, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, Provinsi, DPKP Sumedang, UPTD, hingga jajaran TNI/Kodim yang turut mendampingi para petani.

Menurutnya, bantuan pompa air tenaga surya ini tidak hanya menyelesaikan krisis air pesawahan saat musim kemarau, tetapi air yang dihasilkan bahkan melimpah hingga mampu menyuplai kebutuhan pemukiman warga di sekitar area persawahan Blok Cibengang. Transformasi ini membangkitkan optimisme baru bagi kesejahteraan para petani setempat.

Dengan keberhasilan program IRPOM EBT ini, Pemkab Sumedang membuktikan bahwa modernisasi pertanian berbasis keberlanjutan bukan lagi sebatas wacana, melainkan solusi nyata dalam mengokohkan kedaulatan pangan daerah dan nasional secara berkelanjutan.***

Pos terkait