Melalui Zero Waste, H. Warnita  Kepsek  UPTD SDN 4 Bugis  Peduli Lingkungan

KABARPEMUDA.ID — Pemimpin visioner yang mengintegrasikan nilai-nilai Adiwiyata atau Sekolah Ramah Lingkungan, dengan program nyata seperti penghijauan (menanam pohon), pengelolaan sampah 3R (Reuse, Reduce, Recycle), hemat energi, serta membentuk karakter siswa melalui keteladanan dan partisipasi aktif.

Seperti yang dicontohkan oleh H. Warnita, SPd.MM  kepala sekolah UPTD SDN 4 Bugis kecamatan Anjatan kabupaten Indramayu.

Bacaan Lainnya

H. Warnita mengaku  bahwa upaya itu harus dimulai dari diri sendiri.
“Kepala sekolah harus menjadi pelopor untuk memulai gerakan sekolah zero waste. Kepala sekolah sangat berpengaruh di sekolah,”kata  H. warnita.

Semenjak dia bertugas di UPTD SDN 4 Bugis, dia berusaha mengarahkan seluruh warga sekolah harus zero waste.

Dia membenarkan bahwa tidak semua kepala sekolah melakukan hal yang sama. “Tergantung dari pribadi kepala sekolah apakah sudah peduli lingkungan dalam jiwanya,” ucapnya.

“Untuk mewujudkan sekolah zero waste harus ada sinergi semua pihak dan komitmen seluruh warga sekolah termasuk wali murid.” terangnya.

Di bawah kepemimpinannya, UPTD SDN 4 Bugis  selalu eksis dalam setiap kegiatan lingkungan.

“Misalnya setiap pagi ketika anak-anak sampai di sekolah, setelah bersalaman kemudian saya arahkan untuk merawat hidroponik, arahkan untuk bagian kompos, saya juga ikut menemani dan melakukan. Jadi tidak hanya bicara dan nyuruh saja” kata warnita.

Komitmen dan partisipasi seluruh warga sekolah dalam menerapkan program lingkungan hidup adalah kunci sukses.

Antusias dari wali murid juga mendukung siswa untuk selalu melakukan aksi zero waste dimana saja.

Hal yang sudah menjadi kebiasaan di sekolah dalam bersikap minim sampah juga turut membawa warnita untuk melakukan kebiasaan itu di rumah.

Mulai dari memilah sampah, mengurangi penggunaan pemakaian plastik sekali pakai, sampai dengan membuat hidroponik bersama.

“Semua itu tergantung kita. Kita harus ikut bergerak, tidak hanya menyuruh. Banyak kepala sekolah tidak mau tahu yang sudah dilakukan oleh guru dan siswa, intinya ramah tamah dengan  warga dilingkungan sekolah sebagai ajang silaturahmi.” jelasnya. (Uri Damuri)***

Pos terkait