KABARPEMUDA.id – Mapag Sri salah satu adat atau budaya masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda.
Hal tersebut, dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mapag Sri jika ditelisik, dari bahasa jawa halus yang mengandung arti menjemput padi.
Dalam bahasa jawa halus, mapag berarti menjemput, sedangkan sri dimaksudkan sebagai padi.
Maksud dari menjemput padi adalah panen. Mapag Sri dilaksanakan dengan maksud sebagai ungkapan rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Mahaesa karena panen yang diharapkan telah tiba dengan hasil yang memuaskan.
Hal itu terlihat di Desa Sumuradem Timur Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu yang menggelar kegiatan adat Mapag Sri yang dihadiri secara langsung oleh Forkompimcam Kecamatan Sukra.
Kegiatan ini diawali dengan doa bersama dilanjutkan dengan panen perdana dan disambung dengan pagelaran sandiwara.
Pj Kades Sumuradem Timur, Nuke Nusantara menjelaskan adat dan budaya Indonesia sangat beraneka ragam, karena begitu banyak warisan dari para leluhur kita.
“Kita sebagai generasi penerus sudah sepantasnya dan sepatutnya untuk melanjutkan tradisi adat dan budaya yang dari dulu telah ada, karena hal tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter dan jati diri kita.” ujarnya, Rabu (8/5/3024)
Panitia tradisi Mapag Sri, Danu mengatakan di Indramayu sendiri khususnya di Desa Sumuradem Timur sudah menjadi tradisi dan sering kita laksanakan tiap tahunnya.
“Salah satunya yang pada hari ini kita laksanakan yaitu acara adat desa mapag sri,” katanya.
“Acara ini merupakan bentuk syukur kita kepada Allah Swt serta menjalin tali silaturahmi antar warga masyarakat sehingga tercipta kondisi yang saling asah asih dan asuh,” ucap Danu yang ditemani H. Kasda.
Disamping itu, Danu berharap ketika panen di Desa Sumuradem Timur semoga hasil yang melimpah dan dapat dilancarkan.
Terlihat, Masyarakat desa Sumuradem Timur sangat antusias dalam menyambut datangnya musim panen padi di desanya. (Uri Damuri)***





