Pemdes Sumbermulya Gelar Mapag Sri, Tradisi Musim Panen

KABARPEMUDA.ID – Tradisi Mapag Sri biasanya dilaksanakan menyambut musim panen, sebagai wujud rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah. Sabtu ( 19/4/2025 ).

Kata Mapag dalam bahasa Jawa halus berarti menjemput, sedangkan Sri merujuk pada Dewi Sri, dewi kesuburan dan padi dalam mitologi Jawa. Mapag Sri bisa diartikan sebagai menjemput Dewi Padi.

Bacaan Lainnya

Prosesi upacara Mapag Sri melibatkan berbagai ritual. Prosesi ini menjadi wujud penghormatan kepada alam dan usaha yang telah dilakukan selama musim tanam.

Selain itu, Mapag Sri juga menjadi ajang untuk menjaga keharmonisan antara manusia dan alam.

Kuwu Sumbermulya, Taryono, SE mengatakan, Mapag Sri akan menjadi sebuah pesta rakyat yang penuh kegembiraan dan rasa syukur.

Menurutnya, tradisi Mapag Sri sejatinya merupakan salah satu wujud dari rasa syukur masyarakat petani terhadap berkah yang mereka terima.

Dalam pelaksanaannya, banyak nilai-nilai kehidupan yang diajarkan, seperti kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Tradisi ini juga bisa dilihat sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Seiring perkembangan zaman, upacara ini telah mengalami berbagai penyesuaian, tetapi esensi dan maknanya tetap terjaga. (Uri Damuri)***

Pos terkait