Prepegan Tradisi Unik Pasar Kedungwungu Menjelang Lebaran

KABARPEMUDA.ID — Tradisi unik yang diwariskan secara turun-temurun salah satu tradisi yang tetap lestari hingga kini adalah Prepegan, kebiasaan masyarakat Kedungwungu kecamatan Anjatan kabupaten Indramayu, dalam menyiapkan segala keperluan menjelang Hari Raya Idul fitri.

Tradisi ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang mendalam.

Tradisi ini biasanya berlangsung dalam dua hari terakhir sebelum Idul fitri.

Di mana masyarakat kedungwungu berbondong-bondong ke pasar dan pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan hari raya, mulai dari bahan makanan, pakaian baru, hingga perlengkapan ibadah.

Prepegan tidak hanya tentang berbelanja, tetapi juga melibatkan berbagai aktivitas khas yang menjadi bagian dari persiapan Lebaran.

Masyarakat membeli berbagai kebutuhan seperti daging, sayuran, bumbu dapur, dan bahan untuk membuat kue Lebaran.

Menurut H. Munawir (56) mengatakan, prepegan nyatanya memiliki dampak sosial dan ekonomi. Prepegan tidak hanya menjadi tradisi yang mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang besar.

Aktivitas belanja yang meningkat menjelang Lebaran memberikan keuntungan bagi para pedagang pasar, usaha kecil, serta sektor kuliner dan jasa.

“Tradisi ini turut menghidupkan perekonomian lokal dan menjadi ajang bagi masyarakat untuk mendukung usaha kecil menengah (UKM),” ujar Munawir.

Prepegan menjadi suatu tradisi khas masyarakat Kedungwungu yang menggambarkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menyambut Hari Raya Idul fitri. Dengan berbagai kegiatan seperti berbelanja, memasak, dan berbagi dengan sesama.

Prepegan tidak hanya sekadar persiapan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang memperkuat nilai-nilai sosial di masyarakat.

Tradisi ini menjadi salah satu kekayaan budaya yang patut dijaga agar tetap lestari di tengah modernisasi yang terus berkembang. (Uri Damuri)***

Pos terkait