KABARPEMUDA.ID– Dugaan praktik lancung di balik gemerlap lampu jalan di Jawa Barat mulai terkuak. LSM PEMUDA dan berbagai Organisasi Mahasiswa akan mengerahkan ratusan massa untuk turun ke jalan pada Selasa, 20 Januari 2026 mendatang.
Dugaan praktik lancung pada proyek APJ ‘Jabar Caang‘ melatarbelakangi rencana unjuk rasa ini. Mereka menuding proyek dengan anggaran lebih dari Rp500 miliar tersebut hanya menjadi ajang bancakan bagi para oknum pejabat di Dinas Perhubungan Jawa Barat.
Keindahan Budaya yang Diduga Jadi Kedok Korupsi
Koordinator LSM PEMUDA, Andri Hidayat, mengungkapkan bahwa program “Jabar Caang” sejatinya memiliki misi mulia untuk memperkuat identitas lokal melalui PJU berornamen budaya Sunda, seperti motif Kujang dan Mega Mendung.
Namun, di balik estetika tersebut, Andri menyebut adanya indikasi penyimpangan yang terstruktur.
“Faktanya di lapangan, proyek ini menuai isu miring yang sangat serius. Mulai dari dugaan pengaturan pemenang lelang, penggelembungan harga (markup), hingga pekerjaan fisik yang tidak sesuai kontrak. Kami juga mencium adanya indikasi gratifikasi dalam proses ini,” tegas Andri kepada awak media.
Dua Tuntutan Utama Massa Aksi
Ketua Umum LSM PEMUDA, Koswara Hanafi, menegaskan bahwa aksi pada 20 Januari nanti bukan sekadar gertakan. Setidaknya 700 orang massa aksi siap mengepung dua titik vital di Kota Bandung.
Ada dua poin krusial yang menjadi tuntutan mereka:
- Pencopotan Jabatan: Mendesak Gubernur Jawa Barat segera mencopot Kepala Dinas Perhubungan Jabar dan melakukan reformasi birokrasi total.
- Audit Hukum: Mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap proyek APJ Jabar Caang, baik dari sisi administrasi maupun teknis lapangan.
Estimasi Massa dan Rute Aksi
Koswara menjadwalkan aksi sejak pagi hari agar para pemangku kebijakan menyerap langsung seluruh tuntutan massa.
- Pukul 10.00 WIB: Massa akan berkumpul di depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.
- Pukul 15.00 WIB: Massa akan bergerak (long march) menuju Kantor Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate.
“Kami pastikan akan menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar jika Gubernur tidak segera merespons tuntutan kami dengan langkah nyata,” pungkasnya.***





