KABARPEMUDA.ID – Mak Odeh (85), seorang janda di Blok Pilang Kidul, Desa Baleraja Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu Jawa Barat, telah menekuni usahanya menjadi penjual sayuran dan aneka kebutuhan dapur lainnya dengan cara berkeliling kampung.
Hampir selama 20 tahun, usaha tersebut ditekuni Mak Odeh demi menghidupi dirinya yang sudah lama ditinggal suaminya.
Mak Odeh sebelumnya seorang pekerja serabutan, dan mencoba mencari peruntungan lebih menjadi penjual sayur keliling.
Berkat ketekunan, keuletan dan kesabarannya, ia bisa melalui berbagai rintangan dan bertahan hidup hingga saat ini.
Mak Odeh yang sudah berusia 85 tahun harus bangun sekitar pukul 01.30 WIB setiap harinya.
Ia berangkat ke Pasar Haurgeulis yang jaraknya sekitar 5 Km dari rumahnya menggunakan sepeda ontel kesayangannya.
Pagi hari sebelum berangkat dagang berkeliling kampung, Mak Odeh menyiapkan dagangannya.
Rute berjualan sayur keliling adalah dusun ke dusun di wilayah Desa Baleraja
Ia menjajakan aneka sayuran, bahan utama lauk pauk, buah-buahan, beragam jenis bumbu dapur hingga jajanan tradisional dengan harga bervariasi mulai dari Rp. 500- Rp1000.
“Saya memiliki prinsip sendiri ketika mau berjualan. Harga sayuran yang kita jual jangan sampai membebani para pelanggan. Biasanya saya hanya mengambil untung Rp 500 setiap jenis sayur,” ungkapnya.
Menurutnya, meski ia mengambil untung yang sedikit, ia tetap menjual sayur dengan kualitas baik.
“Walaupun harga murah tetapi kualitasnya bagus. Keuntungan yang saya ambil memang sedikit. Tetapi saya percaya, ketika kita membahagiakan pelanggan, maka rezeki kita pun akan dipermudah Tuhan,” ucap Mak Odeh
Diceritakannya Mak Odeh, modal berjualan sayuran kurang lebih Rp400.000-Rp500.000, dan jika dirata-ratakan, penghasilannya setiap bulan kurang lebih Rp 1,2 juta.
Pendapatan tiap hari antara 35 ribu hingga 40 ribu. Dari pendapatan ini masih kotor karena harus membeli kebutuhan lainnya.
“Setiap laba yang saya dapatkan, walaupun hanya sedikit tetap saya syukuri. Melalui jualan sayuran keliling inilah kebutuhan sehari-hari Alhamdulillah bisa tercukupi,” ungkapnya. (Uri Damuri)***





