KABARPEMUDA.ID — Komunitas dan Penghobi Layangan Kabupaten Sumedang menggelar Kejuaraan Aduan Layangan Antar Pelajar se-Kabupaten Sumedang dalam rangka mengisi masa liburan sekolah.
Kegiatan yang memperebutkan Piala Kadistik tersebut berlangsung di Arena Pacuan Kuda Sumedang, Sabtu (11/7/2026).
Acara dibuka oleh Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Enjang Supriadi, serta dihadiri Sekretariat DPRD Kabupaten Sumedang, para peserta, orang tua, dan komunitas penghobi layangan.
Ketua Penyelenggara, Rikhalmi Kadrial yang akrab disapa Iko, mengatakan kejuaraan ini digelar sebagai wadah bagi para pelajar untuk mengisi waktu libur dengan kegiatan yang positif sekaligus melestarikan permainan tradisional.
“Kejuaraan ini khusus untuk pelajar se-Kabupaten Sumedang dengan memperebutkan Piala Kadistik. Alhamdulillah diikuti sebanyak 128 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumedang,” ujar Iko.
Menurutnya, peserta yang mengikuti perlombaan berasal dari rentang usia 6 hingga 18 tahun. Seluruh peserta menggunakan layangan berukuran 95 sentimeter, sementara benang gelasan dan layangan disiapkan masing-masing peserta. Panitia hanya mengatur panjang benang agar tinggi layangan yang diterbangkan tetap sesuai dan pertandingan berlangsung adil.
Iko mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, khususnya Kepala Dinas Pendidikan, yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang atas dukungannya. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat agar bermain layangan dilakukan di tempat yang aman, jauh dari jaringan listrik, jalan raya, dan tidak mengganggu fasilitas umum,” katanya.
Ia menambahkan, komunitasnya telah beberapa kali menggelar kejuaraan layangan, termasuk event berskala nasional pada tahun 2016 di Kiara Payung yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Harapan kami, apabila mendapat dukungan dari pemerintah daerah, ke depan Sumedang bisa kembali menjadi tuan rumah kejuaraan layangan tingkat nasional,” ungkapnya.
Iko berharap kejuaraan berjalan lancar dan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap olahraga tradisional.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya terpaku pada gadget. Melalui kegiatan seperti ini, mereka dapat berolahraga, bersosialisasi, sekaligus melestarikan budaya permainan tradisional,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Enjang Supriadi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk pemanfaatan waktu libur sekolah yang positif menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
“Kami mewakili pimpinan Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia yang telah menyelenggarakan kejuaraan aduan layangan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan sebagai upaya menjaga dan melestarikan olahraga tradisional,” ujarnya.
Enjang menilai permainan layangan merupakan bagian dari kenangan masa kecil yang kini perlu kembali dikenalkan kepada generasi muda. Ia juga mengingatkan pentingnya bermain layangan di lokasi yang aman.
“Seperti yang disampaikan panitia, bermain layangan harus dilakukan di tempat yang aman, jauh dari jalan raya dan jaringan listrik. Ini menjadi edukasi yang sangat baik bagi para pelajar,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget.
“Ini adalah salah satu media positif agar anak-anak memiliki ruang berekspresi, beraktivitas di luar ruangan, dan tidak terus-menerus bergantung pada gadget,” pungkasnya. ***





