
Konstruksi TPT yang dirancang sepanjang 95 meter, lebar 0,3 meter, dan tinggi 1 meter ini dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat lokal. Pendekatan berbasis pemberdayaan warga ini tidak hanya memperkuat infrastruktur fisik desa, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian warga di sekitar lokasi proyek.
“Pembangunan TPT ini sangat krusial untuk mencegah erosi dan tanah longsor yang berpotensi merusak area permukiman. Kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah desa dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Coyo, salah satu pamong Desa Penyingkiran Lor.
Antusiasme warga terpancar dari kuatnya semangat gotong royong di lapangan. Secara swadaya, masyarakat menyokong kelancaran pengerjaan proyek, mulai dari menyediakan konsumsi hingga memberikan dukungan moral bagi para pekerja.
Kuwu (Kepala Desa) Penyingkiran Lor, Wartono, menegaskan bahwa pembangunan TPT ini merupakan pilar komitmen awal kepemimpinannya dalam menghadirkan lingkungan yang aman dan berkualitas bagi warga.
“Pembangunan infrastruktur ketahanan lingkungan adalah prioritas kami. Melalui TPT ini, kami berharap aktivitas harian warga dapat berjalan lebih aman dan nyaman tanpa bayang-bayang ancaman longsor,” tutur Wartono.
Melalui sinergi antara pemerintah desa dan keterlibatan aktif masyarakat, proyek TPT ini diharapkan rampung tepat waktu. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Penyingkiran Lor menjadi cerminan nyata kemandirian desa dalam membangun kesejahteraan bersama. (Sahrul)