Dominasi Kelulusan di Majalengka: 93 Persen Wartawan Resmi Mengantongi Predikat Kompeten

Suasana penutupan Uji Kompetensi Wartawan UKW PWI Jabar di Majalengka
Suasana penutupan Uji Kompetensi Wartawan UKW PWI Jabar di Majalengka

MAJALENGKA, KABARPEMUDA.ID — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat kembali mencetak puluhan jurnalis profesional. Sebanyak 93,33 persen peserta berhasil mengantongi predikat kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 77-78-79 yang berlangsung di Majalengka pada 22–23 Juli 2026.

Panitia mencatat 70 peserta mendaftar untuk mengikuti agenda ini. Namun demikian, hanya 60 calon peserta yang menyelesaikan pendaftaran ulang pada hari pertama.

Setelah melalui serangkaian pengujian ketat selama dua hari, tim penguji mengumumkan hasil evaluasi akhir secara terbuka.

“Hasil evaluasi menunjukkan 56 wartawan berhasil meraih predikat kompeten, sementara 4 peserta lainnya masih belum memenuhi kriteria,” ujar Rita, salah seorang tim penguji, saat membacakan pengumuman resmi pada Kamis (23/7/2026).

Kelulusan 56 jurnalis baru ini sekaligus menambah daftar panjang wartawan tersertifikasi di Indonesia. Hingga saat ini, PWI mencatat total 20.869 wartawan telah memegang predikat kompeten secara nasional.

Lebih dari Sekadar Lulus: Menjaga Cermin dan Integritas Profesinya

Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Atal S Depari, menegaskan bahwa hasil lulus atau tidak lulus bukanlah tujuan akhir dari UKW. Sebaliknya, ia menilai keberanian pers untuk menguji kapasitas diri jauh lebih krusial.

“Keberanian menguji diri membuktikan bahwa seorang wartawan percaya pada profesinya. UKW hadir bukan sekadar mencari siapa yang terbaik, melainkan menjadi cermin agar wartawan memahami kekurangan serta kelebihan mereka,” tegas Atal.

Oleh karena itu, ia mengingatkan para peserta yang lulus agar tidak cepat berpuas diri. Pasalnya, dinamika jurnalistik menuntut wartawan untuk terus mengasah kemampuan serta memegang teguh kode etik profesi.

“Wartawan tidak boleh kehilangan semangat belajar. Selain itu, jaga terus integritas. Nama baik yang kita bangun puluhan tahun bisa hancur seketika hanya karena satu berita tanpa verifikasi,” tambahnya.

Atal juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Jawa Barat, Pemkab Majalengka, dan Politeknik Medira Indonesia yang mendukung penuh terselenggaranya UKW kali ini.

Pengalaman Berharga Bagi Para Peserta

Dukungan berbagai pihak tersebut memantik kesan mendalam dari para peserta. Jejep Falahul Alam, salah seorang jurnalis peserta UKW, menyebut ujian ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kariernya.

“Kami sangat berharap PWI Jawa Barat terus menggelar UKW secara berkelanjutan agar wartawan di daerah tetap menjaga integritas tinggi,” ungkap Jejep.

Sementara itu, Mega Purnamasari menuturkan bahwa UKW membuka pandangan barunya mengenai tanggung jawab moral seorang jurnalis. Menurutnya, tiap produk berita yang terbit memikul beban kepercayaan publik.

Senada dengan Mega, Abdul Jaelani menyambut gembira ilmu dan evaluasi tajam yang ia dapatkan dari para penguji selama dua hari penuh.

“Kami beruntung bisa menimba ilmu langsung dari para penguji senior. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi kegiatan luar biasa ini,” tutup Abdul.***

Pos terkait