IPM Jabar Disorot, KDM Bongkar Fakta Laju Growth Kualitas Hidup Nomor Satu Nasional

KABARPEMUDA.id — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan tegas langsung dari pematang sawah terkait kritik tajam yang menyebut Provinsi Jawa Barat gagal menembus jajaran 10 besar nasional dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kualitas hidup.

​Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) tersebut menegaskan bahwa absennya Jawa Barat dari posisi 10 besar IPM nasional bukanlah persoalan baru, melainkan warisan ketimpangan struktural yang sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun.

Bacaan Lainnya

​”Jawa Barat memang belum masuk 10 besar nasional dalam kualitas hidup, dan kondisi ini sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun. Namun, masyarakat perlu melihat dinamika data secara utuh, bukan sekadar angka kumulatif semata,” ujar Dedi melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, @dedimulyadiofficial, Jumat (9/8).

​Merujuk pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Dedi memaparkan fakta bahwa akselerasi laju pertumbuhan IPM Jawa Barat justru berada di peringkat pertama secara nasional. Dengan kenaikan mendekati angka 1 persen, Jawa Barat mencatatkan rekor pertumbuhan kualitas hidup tercepat dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

Menurut Dedi, laju pertumbuhan yang pesat tersebut belum secara instan mengangkat posisi Jawa Barat ke 10 besar akibat tantangan demografi yang teramat masif. Jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 55 juta jiwa terbesar di Indonesia membuat beban pemerataan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat menjadi jauh lebih berat.

​”Membangun kualitas hidup untuk 55 juta jiwa itu beda dengan wilayah yang penduduknya cuma sedikit. Kita tidak sedang membalikkan telapak tangan, tapi sedang membongkar benteng masalah yang mengendap puluhan tahun. Anggaran harus tepat sasaran ke desa-desa, bukan habis di meja rapat,” tegas KDM menambahkan narasi solusinya.

​Ia menekankan bahwa memangkas ketertinggalan puluhan tahun memerlukan ketahanan anggaran, konsistensi kebijakan, dan keberanian melakukan efisiensi di segala sektor.

Dedi pun menyampaikan permohonan maaf atas ekspektasi publik yang belum sepenuhnya terwujud, seraya optimistis Jawa Barat sudah berada di jalur yang tepat untuk segera menembus 10 besar kualitas hidup nasional.*(Guh)*

Pos terkait