Dony Ahmad Munir: Dari Legasi Mentor Legendaris, Pengabdian Nasional, hingga Arah Baru Sumedang Progresif

KABARPEMUDA.id — Rekam jejak kepemimpinan Dony Ahmad Munir di panggung politik daerah maupun nasional senantiasa memikat perhatian publik. Tumbuh dan berakar dari akar rumput bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) , politisi visioner ini berhasil menapaki tangga karier yang solid hingga menjadi nakhoda utama transformasi Kabupaten Sumedang.

Langkah politik Dony bermula dari arena legislatif lokal saat terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sumedang periode 1997–1999. Kemampuan komunikasi yang merakyat serta kecakapannya dalam mengawal aspirasi warga membuatnya kembali dipercaya pada periode kedua (1999–2004), hingga didapuk menjadi Wakil Ketua DPRD Sumedang masa bakti 2004–2009.

Bacaan Lainnya

Pada rentang waktu inilah persinggungan politik bersejarah terjadi. Jiwa kepemimpinan Dony kian matang berkat kedekatan emosional dan ideologisnya dengan H. Endang Sukandar, sosok politisi legendaris yang menjadi guru politik bagi banyak kader di Sumedang. Hubungan mentor-murid yang harmonis ini memuncak pada Pemilukada Sumedang 2008 saat Dony yang masih berusia muda berpasangan langsung dengan sang maestro sebagai calon wakil bupati. Kendati kontestasi tersebut belum berbuah kemenangan, kolaborasi erat itu menjadi fondasi kokoh pembentuk karakter politik Dony yang santun, ulet, dan berbasis pengabdian.

Kiprahnya kemudian meluas ke tingkat regional sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (2009–2014), sebelum akhirnya melenggang ke Senayan sebagai Anggota DPR RI (2014–2018) di Komisi X dan Badan Anggaran. Matang oleh pengalaman legislasi dari daerah hingga pusat, panggilan untuk membangun tanah kelahiran kembali memanggilnya pulang. Dony rela menanggalkan kursi DPR RI demi memenangi Pilkada Sumedang 2018 bersama Erwan Setiawan.

Di bawah kepemimpinannya sebagai Bupati Sumedang periode 2018–2023, Sumedang bertransformasi menjadi salah satu daerah paling progresif di Indonesia dengan torehan lebih dari 119 penghargaan tingkat provinsi dan nasional. Inovasi digitalisasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan mengantarkannya meraih Juara Pertama Anugerah Tinarbuka (2023) dari Komisi Informasi Pusat, predikat Kabupaten Sangat Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) 2025 dari Kemendagri, hingga Disway Top Regional Leader Award 2026 sebagai Pelopor Inovasi Pelayanan Publik Daerah.

Kepemimpinan Dony juga dinilai seimbang dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, sosial, dan kebudayaan. Berbagai apresiasi bergengsi berhasil disabetnya, mulai dari Baznas Award, BKPRMI Award, Juara Pertama Nasional Pesantren Award dari Kementerian Agama RI, hingga Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

Langkah politik Dony kian mencuri perhatian saat ia mengambil keputusan strategis berlabuh ke Partai Gerindra. Keputusan ini dipandang luas oleh para pengamat sebagai langkah visioner untuk memperkuat akselerasi pembangunan daerah agar selaras dengan arah kebijakan nasional. Bahkan, dengan reputasi tata kelola pemerintahan yang diakui secara nasional, nama Dony sempat santer terdengar dalam bursa kepemimpinan pusat dan digadang-gadang ditarik ke jajaran Pemerintahan Pusat sebagai wakil menteri.

Kini, melangkah di periode keduanya sebagai Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir terus mengepakkan sayap kepemimpinannya: memperkuat inovasi daerah, mempererat sinergi dengan pemerintah pusat, dan membawa Kabupaten Sumedang terbang lebih tinggi menuju masa depan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.***

( Penulis : Teguh Safary / berbagai Sumber)

Pos terkait