KABARPEMUDA.ID – Petani yang tergabung dalam kelompok tani Tirta Kencana di desa Sumuradem Timur Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu mengadakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan masa tanam dua (Gadu) tahun 2025.
Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan strategi dan persiapan menghadapi musim kemarau yang akan mempengaruhi masa tanam. Senin(23 Juni 2025).
Pembahasan mengenai penggunaan varietas padi yang tahan terhadap kekeringan juga menjadi perhatian.
Rapat melibatkan berbagai stakeholder, seperti Muspika, BPP Pertanian, Gapoktan dan lainnya. Hadir dalam rakor Kuwu desa Sumuradem Timur Dulmajid dan diikuti oleh unsur Muspika serta berbagai stakeholder terkait.
PPL Sukra Darsono, SP menegaskan pentingnya momen musim tanam ini sebagai kelanjutan dari keberhasilan panen sebelumnya. Beliau juga mengajak semua pihak, untuk terus kompak dan bersinergi agar proses tanam berjalan lancar dan hasilnya maksimal.
Dikatakan Darsono, masa tanam gadu adalah periode tanam padi yang mengandalkan air hujan atau tadah hujan.
Masa tanam gadu adalah musim tanam yang tidak bergantung pada irigasi, melainkan pada curah hujan yang cukup,”ujarnya.
Pada masa tanam gadu, petani umumnya menanam padi di lahan sawah yang tidak memiliki irigasi yang baik dan mengandalkan air hujan.
Masa tanam gadu sangat penting bagi petani, terutama di daerah yang tidak memiliki irigasi yang baik, karena memungkinkan mereka untuk tetap menanam padi meskipun bukan pada musim tanam utama. (Uri Damuri)***





