SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Bursa pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumedang kini resmi memasuki tahapan krusial.
Pada Jumat (25/9/2026), PWI Kabupaten Sumedang resmi melaksanakan tahapan pembentukan kepanitiaan dan persiapannya, di mana puncak agenda pemilihan Ketua PWI Kabupaten Sumedang dijadwalkan akan digelar pada bulan November 2026 mendatang.
Dinamika dan antusiasme menjelang konvensi kepemimpinan ini kian terasa hangat, terutama dengan munculnya aspirasi kuat dari arus bawah organisasi.
Azis Abdullah satu-satunya bakal calon yang secara mekanisme PD PRT PWI memenuhi syarat untuk menjadi bakal calon pada Konfercab PWI Kabupaten Sumedang 2026.
Kehadiran sosok yang dikenal sebagai Wartawan Senior dan telah mengantongi sertifikasi Wartawan Madya yang juga Ketum Jurnalisme Santri FORKOWAS ini dinilai membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi penguatan marwah organisasi ke depan.
Meranggapi dorongan dan kepercayaan dari rekan-rekan sejawatnya, Azis menyampaikan seruan hangat. Ia mengimbau seluruh anggota PWI Kabupaten Sumedang untuk menjadikan ajang pemilihan ketua ini bukan sekadar panggung kompetisi figur, melainkan momentum kolektif untuk membawa PWI ke arah yang lebih maju, demokratis, terbuka, dan bermartabat.
Menurut Azis, perantian kepengurusan ini merupakan momentum krusial untuk memperkokoh tata kelola organisasi. Rekam jejak dan pengalamannya yang panjang di dunia jurnalistik melandasi pandangannya bahwa proses pemilihan yang demokratis dan transparan sangat penting agar PWI tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para pemburu berita, melainkan mampu memberikan teladan positif dalam berorganisasi.
“Proses pemilihan yang demokratis itu penting agar PWI tidak hanya menjadi wadah bagi insan pers, tetapi juga mampu memberikan contoh dalam menjalankan kehidupan organisasi,” tegas Azis.
Jika nantinya dipercaya memimpin PWI Kabupaten Sumedang untuk tiga tahun ke depan, Azis bertekad mengutamakan persatuan dengan merangkul seluruh anggota tanpa membeda-bedakan latar belakang media maupun kelompok di internal organisasi.
Langkah inklusif ini dinilai krusial demi menciptakan keharmonisan serta soliditas yang kokoh antar wartawan di Sumedang. Di samping itu, ia berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi insan pers yang memenuhi kualifikasi agar dapat terus berkembang dan berkontribusi secara profesional.
Mengusung visi penguatan organisasi dan sinergi daerah, Azis menaruh perhatian besar pada pentingnya kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang, baik di jajaran eksekutif maupun legislatif.
Sinergi kelembagaan tersebut dinilainya sangat penting demi membangun saluran komunikasi yang efektif serta menjaga kondusivitas wilayah.
Kendati mendorong kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, Azis menegaskan bahwa profesionalisme dan independensi pers adalah prinsip yang tidak bisa ditawar.
Bagi wartawan bersertifikasi Madya seperti dirinya, fungsi fundamental pers sebagai media penyampai informasi publik dan sarana kontrol sosial yang kritis namun konstruktif harus tetap berjalan secara optimal demi kemajuan masyarakat Sumedang.
Dihubungi melalui pesan singkat Ketua Pelaksana Konfercab PWI Sumedang 2026, Asep Nurdin/Asnur mengatakan pihaknya masih melakukan komunikasi dengan PWI Jabar pasca pembentukan panitia konfercab.
Pada intinya, Asnur berharap kegiatan tersebut berjalan sesuai harapan yang juga ia membenarkan untuk sementara belum ada nama bakal calon yang lain jelang konfercab atau hanya Azis Abdullah.***





