SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Langkah nyata tersebut ditunjukkan melalui peninjauan dan verifikasi lapangan atas usulan pembangunan Jaringan Irigasi Tersier (JIT) di wilayah Kelompok Tani (Poktan) Sri Mukti, Desa Cemara, Kecamatan Cisarua, pada Rabu (23/9/2026).
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala DPKP Kabupaten Sumedang, Dr. H. Tono Suhartono, S.P., M.M., bersama Camat Cisarua, Kepala UPTD PKP Wilayah Cisarua, jajaran aparatur Desa Cemara, pengurus Poktan Sri Mukti, serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Sinergi lintas sektor ini dihadirkan untuk memastikan kelayakan serta efektivitas bantuan sarana irigasi agar tepat sasaran dalam meningkatkan produktivitas pertanian setempat.
Dalam peninjauannya, Dr. H. Tono Suhartono menyampaikan bahwa verifikasi ini merupakan bagian dari pengawalan usulan yang diperjuangkan ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Proyek infrastruktur irigasi sepanjang 850 meter tersebut diproyeksikan mampu mengaliri areal tanam seluas kurang lebih 15 hektar.
“Hasil verifikasi menunjukkan bahwa pembangunan Jaringan Irigasi Tersier sepanjang 850 meter ini sangat layak untuk ditindaklanjuti. Ini adalah langkah strategis kita dalam memitigasi dampak fenomena El Nino dan ancaman kekeringan panjang,” ujar Tono.
Tono menegaskan, kendati beberapa titik lahan pertanian di Kabupaten Sumedang sempat mengalami penurunan tingkat produksi akibat musim kemarau, Pemkab Sumedang berhasil menanggulangi potensi krisis pangan secara efektif. Berkat respons cepat dan program mitigasi yang terukur, ancaman gagal panen massal (fuso) di wilayah tersebut dapat dihindari.
Sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal, pengerjaan fisik jaringan irigasi ini nantinya diterapkan dengan mekanisme swakelola berbasis padat karya yang melibatkan peran aktif para petani dan masyarakat setempat.
DPKP Sumedang pun mengimbau pihak Kecamatan Cisarua dan Pemerintah Desa untuk terus mengawal pelaksanaan program ini secara optimal, termasuk memacu partisipasi serta swadaya masyarakat. Upaya bersama ini sejalan dengan prinsip utama program Kementerian Pertanian, yakni pembangunan dari petani, oleh petani, dan untuk kesejahteraan petani.***





