INDRAMAYU, KABARPEMUDA.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Bandung memobilisasi tim penyelamat guna melacak keberadaan seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Krangkeng, Desa Tanjakan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, S.A.P., M.Si., mengonfirmasi bahwa warta kecelakaan laut (Man Over Board) tersebut diterima dari Satuan Polisi Perairan (Satpolair) pada Selasa (22/9) pukul 17.35 WIB.
“Berdasarkan laporan yang diterima, korban teridentifikasi bernama Sudjada (36). Korban bertolak melaut pada Senin (21/9) usai ibadah Subuh. Namun sekitar pukul 14.00 WIB, sesama nelayan menemukan perahu korban dalam kondisi mesin menyala dan berputar-putar tanpa pengawak,” ujar Ade.
Upaya pencarian mandiri telah digalang oleh masyarakat nelayan setempat pascakejadian, tetapi tidak kunjung membuahkan hasil hingga laporan resmi diteruskan ke pihak berwenang.
Merespons situasi darurat tersebut, Kantor SAR Bandung segera berkoordinasi dengan Satpolair Polres Indramayu serta Pos SAR Cirebon. Tepat pukul 17.50 WIB, satu regu penyelamat dari Pos SAR Cirebon diterjunkan menuju lokasi kejadian.
“Tim SAR Gabungan membawa unit peralatan pertolongan air serta sarana pendukung operasional untuk mengoptimalkan pencarian di perairan Krangkeng,” tegas Ade.
Sebanyak empat personel Pos SAR Cirebon dan lima anggota Polairud Cirebon dikerahkan menggunakan satu unit Rescue Car melintasi jalur darat sejauh 40 kilometer, dengan perkiraan waktu tiba pukul 19.20 WIB. Operasi ini turut ditunjang dengan perangkat komunikasi terpadu serta Alat Pelindung Diri (APD) standar operasional.
Pihak SAR memastikan penyisiran akan terus diintensifkan dengan tetap mengalkulasi dinamika cuaca laut demi keselamatan seluruh personel pemandu keselamatan.
“Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat dan relawan yang terlibat untuk senantiasa memprioritaskan keselamatan diri serta memusatkan pelaporan perkembangan lapangan kepada posko SAR,” tutup Ade.***





