KABARPEMUDA.ID — Pemerintah Desa Sumuradem Timur sedang mendorong sektor ketahanan pangan dengan mengoptimalkan lahan hijau agar mempelancar saluran irigasi dari sungai ke sawah agar hasil panen lebih meningkat.
Kuwu Desa Sumuradem Timur, Abdul Majid mengatakan para petani mengeluh karena lahan mereka kekurangan air.
Dampaknya, lahan tersebut kurang produktif. Petani bercocok tanam selama ini terbantu dengan air hujan, karena kali yang menjadi saluran irigasi sudah banyak yang dangkal.
“Diblok Tegal Gubug Terdapat belasan hektar lahan yang tidak bisa dimanfaatkan dengan optimal karena kendala saluran irigasi. Bahkan ada sebagian lahan yang dibiarkan pemiliknya ditumbuhi rumput liar,” kata Abdul Majid, Selasa (27/8/2024)
Lahan-lahan tersebut bergantung dari aliran Sungai Blutak.
Sungai Blutak tersebut melewati belasan hektar lahan pertanian. Salah satunya di Blok Tegal Gubug desa Sumuradem Timur Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu
Selama ini, para petani berharap normalisasi agar Sungai Blutak airnya mengaliri lahan mereka.
Karena itu menjadi nyawa para petani dalam menggarap lahannya.
“Dengan normalisasi sungai Blutak Kondisinya sudah tidak dangkal semoga lahan pertanian di sekitar sungai juga nampak teratasi. Permasalahan irigasi ini juga pernah dialami warga Blok Tegal Gubug setelah dilakukan normalisasi sekarang lahan tersebut bisa teratasi,” ujarbya.
“Dengan dinormalisasi agar lahan bisa produktif kembali,” terang Tambun ditemani Caram.
Semoga dengan dioptimalkannya Sungai Blutak dapat meningkatkan hasil panen petani sekaligus mendogkrak sektor ekonomi pangan. Upaya itu dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu.
Terpantau dalam rangka mengatasi pendangkalan akibat luapan air Pemdes Sumuradem Timur melaksanakan kegiatan pengerukan sungai Blutak sebagai salah satu upaya pemeliharaan sungai.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaga fungsi sungai sebagai saluran air yang aman dan optimal.
Pemdes Sumuradem Timur melaksanakan pengerukan sungai juga memiliki manfaat yang signifikan dalam mengatasi pendangkalan dan dapat peningkatan kapasitas sungai.
Dengan pengerukan, volume air yang dapat ditampung oleh sungai akan meningkat, sehingga kemungkinan terjadinya pendangkalan di masa depan akan berkurang.
Selain itu, pengerukan sungai juga meningkatkan aliran air di sungai, sehingga risiko genangan air di sekitar sungai juga dapat berkurang. Hal ini berdampak pada keamanan warga di sekitar sungai, karena risiko terjadinya banjir akan semakin kecil dengan kapasitas sungai yang lebih besar dan aliran air yang lebih lancar.
Kegiatan pengerukan sungai dilakukan dengan menggunakan alat berat seperti ekskavator.
Dengan dilaksanakannya kegiatan pengerukan sungai ini, diharapkan dapat berfungsi dengan optimal sebagai saluran air yang aman dan berfungsi dengan baik. (Uri Damuri)***





