Titik Tolak Baru Pers Sumedang: Bupati Dony Resmikan Markas Representatif, PWI Siap Cetak Jurnalis Multitasking

SUMEDANG,KABARPEMUDA.id — Babak baru bagi ekosistem pers di “Tanah Tahu” resmi dimulai. Di tengah dinamika era disrupsi informasi yang kian deras, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, secara resmi meresmikan Kantor Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumedang, Selasa (27/10/2026).

Prosesi peresmian yang sarat kehangatan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng, disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sumedang, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) termasuk perwakilan Kejaksaan Negeri dan Humas Polres Sumedang serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan insan pers setempat.

Bacaan Lainnya

Bagi 32 wartawan yang tergabung di bawah panji PWI Sumedang, momentum ini bukan sekadar seremonial kepindahan fisik. Lebih dari itu, ia adalah simbol kebangkitan ruang gerak kreatif setelah bertahun-tahun harus berbagi napas di ruangan sempit berukuran 4×8 meter.

Ketua PWI Kabupaten Sumedang, Ade Hadeli, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengapresiasi tinggi komitmen Bupati Dony yang merespons kebutuhan mendasar organisasi profesi tertua di tanah air ini.

“Dulu, ruang gerak kami sangat terbatas, jangankan untuk leluasa berdiskusi, menyimpan inventaris organisasi saja kami harus pintar-pintar mengatur ruang. Kini, dengan bangunan yang jauh lebih luas dan berlokasi di titik strategis pinggir jalan, energi kawan-kawan dipastikan akan terpompa kembali,” ungkap Ade di sela-sela acara.

Lebih jauh, Ade memandang bahwa fasilitas representatif ini harus menjadi katalisator bagi peningkatan kompetensi wartawan di era digital. Menurutnya, lanskap jurnalisme kontemporer menuntut evolusi mental dan skill. Wartawan masa kini tidak lagi cukup hanya berbekal keahlian merangkai kata, melainkan wajib menguasai disiplin multimedia, termasuk produksi konten visual berbasis video.

“Kantor baru ini tidak akan dibiarkan lengang. Kami proyeksikannya sebagai lab kecil atau pusat pelatihan internal untuk mendongkrak kapasitas anggota agar adaptif terhadap dinamika industri media yang bergerak cepat,” tambahnya.

“Dapur Organisasi” dan Akselerasi Pembangunan

Dari sudut pandang pemerintah daerah, kehadiran markas baru PWI ini dibingkai dalam kerangka strategis yang lebih luas. Bupati Dony Ahmad Munir memaknainya sebagai sebuah “dapur organisasi” sebuah ruang dialektika tempat para jurnalis berkumpul, merajut koordinasi, merumuskan program kerja visioner, hingga membedah pelbagai persoalan publik untuk melahirkan solusi bernas.

“Sejak periode pertama kepemimpinan saya, mimpi besar saya adalah memastikan setiap elemen strategis masyarakat, termasuk wadah pers, memiliki rumah organisasi yang memadai dan bermartabat. Rumah yang nyaman akan melahirkan ide-ide besar,” tegas Dony.

Bupati peraih berbagai penghargaan inovasi daerah ini berharap, sinergisitas antara birokrasi dan pilar keempat demokrasi tersebut kian mengakar. Pers, kata Dony, harus terus hadir sebagai mitra kritis sekaligus lokomotif pencerdasan publik yang mengawal pembangunan Kabupaten Sumedang menuju era kemajuan yang adaptif dan bermartabat.***

Pos terkait