Bupati Dony: Reform Corner Jadi Katalisator Transformasi Pemkab Sumedang Menuju Kota Cerdas dan Layak Huni

SUMEDANG,KABARPEMUDA.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mengakselerasi transformasi tata kelola pemerintahan melalui gelaran Reform Corner bertajuk “Dari Digital Government Menuju Intelligent dan Livable Sumedang” di Gedung Negara Sumedang, Jumat (26/9/2026).

Forum strategis yang dibuka langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, kepala SKPD, para camat, hingga jajaran direksi BUMD Kabupaten Sumedang.

Bacaan Lainnya

Guna memperajam arah kebijakan, Pemkab Sumedang menghadirkan dua pakar nasional sebagai narasumber, yakni Guru Besar Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro Prof. (HC) Ir. Bambang Susantono, MCP, MSCE, Ph.D., serta Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.

Dalam sambutannya, Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesediaan kedua akademisi tersebut untuk berbagi wawasan teknis maupun strategis. Kehadiran para pakar ini dinilai menjadi amunisi moral sekaligus pemantik akselerasi kinerja birokrasi Sumedang.

“Kehadiran Prof. Bambang dan Prof. Tata merupakan kehormatan, kebanggaan, sekaligus motivasi bagi Pemda Sumedang untuk terus meningkatkan standar pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan,” ujar Dony.

Dony menekankan bahwa transfer pengetahuan dari forum ini harus mampu mentransformasi pola pikir (mindset) jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, adaptabilitas birokrasi menjadi kunci mutlak di tengah pesatnya dinamika kebutuhan masyarakat.

“Forum bulanan ini didesain untuk merefresh cara berpikir ASN agar lebih lincah, cerdas, dan presisi. Dunia bergerak cepat; jika pemerintah stagnan, kita akan tertinggal. Jangan sampai perubahan di masyarakat justru mendahului kesiapan pemerintahnya,” tegas Dony.

Lebih jauh, Dony menggarisbawahi bahwa Reform Corner tidak boleh berhenti sebatas wacana atau forum retorika semata. Setiap gagasan bernilai yang dipaparkan narasumber wajib diturunkan menjadi kebijakan konkret yang berorientasi pada hasil.

“Prinsip kita jelas: dari gagasan, turun ke narasi, lalu bermuara pada eksekusi. Pastikan setiap materi yang diserap berbuah aksi nyata di lapangan,” tandasnya.

Melalui konsistensi penyelenggaraan Reform Corner, Pemkab Sumedang optimistis dapat memperkokoh fondasi tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berbasis teknologi cerdas, guna mewujudkan kawasan yang tidak hanya modern, tetapi juga nyaman dan layak huni (livable) bagi seluruh masyarakat.***

Pos terkait