Camat Buahdua Tempuh Jarak Jauh dengan Angkot Demi Sukseskan Program Pemkab Sumedang

SUMEDANG, KABARPEMUDA.ID – Gerakan sosial “Rabu Ngangkot” yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Sumedang mulai menunjukkan gaungnya. Tak sekadar imbauan, program ini disambut dengan aksi nyata oleh para pejabat kewilayahan. Salah satunya adalah Camat Buahdua, H. Kiki Hakiki, S.Ag., MM., yang menunjukkan totalitasnya pada Rabu pertama (8/3) pemberlakuan program tersebut.

Meski harus menempuh rute yang terbilang ekstrem bagi pengguna transportasi umum, Kiki tetap memilih meninggalkan kendaraan pribadinya. Berdomisili di Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan, ia harus melintasi beberapa wilayah untuk sampai ke tempat tugasnya di ujung utara Sumedang, yakni Kecamatan Buahdua.

Untuk menyiasati waktu agar tetap masuk kantor tepat waktu, Kiki mengaku sudah bersiap sejak “rebun-rebun” (pagi buta). Mengingat jarak yang jauh, ia harus melakukan estafet dengan berganti tiga jenis angkutan kota (angkot):

Angkot Baginda-Sumedang Kota: Membawanya dari kediaman menuju pusat kota.

Angkot 03 (Sumedang Kota-Alamsari): Melanjutkan perjalanan menuju titik transit berikutnya.

Angkot 09 (Alamsari-Buahdua): Tahap akhir perjalanan menuju Kantor Kecamatan Buahdua.

Aksi Camat Kiki bukan sekadar untuk gaya hidup, melainkan bentuk dukungan terhadap misi besar Pemkab Sumedang dalam mendigitalisasi transportasi tradisional. Selama perjalanan, ia juga mempraktikkan pembayaran non-tunai melalui QRIS yang kini mulai diterapkan pada armada angkot di Sumedang.

“Hari yang melelahkan memang, tapi dibalik itu ada satu kebanggaan tersendiri. Ini pengalaman yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Kami ingin membuktikan bahwa ASN adalah garda terdepan dalam mendukung kebijakan pemerintah,” ungkap Kiki.

Gerakan ini diharapkan tidak hanya mengurangi kemacetan di titik-titik padat seperti Sumedang Kota, tetapi juga memberikan napas baru bagi para sopir angkot yang selama ini terdampak oleh menjamurnya kendaraan pribadi.

Melalui aksi nyata dari pimpinan wilayah seperti Camat Buahdua, masyarakat diharapkan semakin yakin bahwa naik angkutan umum saat ini sudah lebih praktis, hemat, dan aman. Program “Rabu Ngangkot” kini menjadi momentum transformasi transportasi di Sumedang, memadukan kearifan lokal angkutan tradisional dengan efisiensi teknologi digital. (Guh)**

Pos terkait