KABARPEMUDA.id — Perhelatan Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2027–2031 kian dekat. Di tengah dinamika yang berkembang, Pemimpin Redaksi InilahKoran sekaligus calon Ketua PWI Jabar, Tantan Sulthon Bukhawan, menunjukkan konsistensi dalam memperkuat konsolidasi organisasi melalui gerakan safari silaturahmi ke pengurus daerah kabupaten dan kota di seluruh Tanah Pasundan.
Salah satu simpul penting dari gerakan ini mengemuka saat Tantan bertandang ke Sekretariat PWI Kota Bogor di Jalan Tirto Adhi Soerjo, Kecamatan Tanah Sareal, Senin (3/8/2026). Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi biasa, melainkan panggung pembuktian atas kapasitas kepemimpinan Tantan yang matang, inklusif, serta berakar kuat pada kebersamaan.
Nama Tantan Sulthon Bukhawan merupakan figur yang sangat lekat dengan lanskap media massa di Jawa Barat. Meniti karier dari garis depan jurnalisme hingga menempati posisi tertinggi sebagai Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan telah menuntaskan berbagai fase tantangan industri media mulai dari era keemasan media cetak hingga era disrupsi digital saat ini.
Jam terbang yang panjang membentuk karakter kepemimpinannya yang terukur, adaptif, dan kaya akan solusi strategis. Di kalangan insan pers, ia dikenal sebagai nakhoda media yang tidak hanya berfokus pada kualitas karya jurnalistik, tetapi juga konsisten mengawal nilai-nilai integritas, independensi, serta kesejahteraan jurnalis. Dari pengalaman panjang inilah lahir pemahaman mendalam Tantan terhadap denyut nadi perjuangan wartawan di tingkat daerah.
Melalui safari silaturahmi ke berbagai PWI kabupaten dan kota, Tantan membawa pendekatan yang dialogis dan merangkul. Ia hadir untuk menyerap langsung berbagai tantangan dan aspirasi yang dihadapi pengurus serta anggota di tingkat tapak.
Semangat inklusivitas tersebut tecermin dalam visi “PWI Jabar Istimewa”, sebuah ide besar yang berlandaskan empat pilar:
Wartawannya Kompeten
Organisasinya Hebat
Anggotanya Maju
Anggotanya Sejahtera
Komitmen kebersamaan ini kian ditegaskan lewat kesepakatan moral antara Tantan dan kandidat lainnya, Hardiyansyah (Andhy), untuk saling mendukung siapa pun yang kelak terpilih.
“Kompetisi adalah dinamika internal, tetapi kebersamaan adalah fondasi mutlak. Siapa pun yang kelak dipercaya memimpin, keutuhan dan martabat keluarga besar PWI Jawa Barat harus tetap menjadi prioritas utama,” tegas Tantan di hadapan jajaran PWI Kota Bogor.
Sikap politik yang santun dan terbuka ini menegaskan pandangan Tantan bahwa pengurus PWI kabupaten/kota adalah pilar utama penopang kejayaan organisasi secara menyeluruh.
Langkah Tantan dalam merangkul pengurus daerah mendapat sambutan hangat dari Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indra Budi. Herman menilai silaturahmi ini membuka ruang diskusi yang konstruktif sekaligus memberi gambaran utuh mengenai peta jalan kepemimpinan PWI Jabar ke depan yang selaras dengan program-program di daerah.
Apresiasi senada diungkapkan oleh wartawan senior PWI Kota Bogor, Azwar. Ia menyuarakan harapannya agar tradisi pembinaan dan silaturahmi langsung ke daerah seperti yang ditunjukkan Tantan terus dipertahankan secara konsisten.
“Fungsi pembinaan daerah harus berjalan secara konsisten dan sistematis, bukan sekadar momentum elektoral. Pengurus provinsi terpilih kelak harus rutin turun ke wilayah agar program strategis dapat terakselerasi hingga ke tingkat tapak,” pungkas Azwar.***





