SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Panggung demokrasi internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumedang mulai memanas menjelang gelaran Konferensi Cabang pada 23 November 2026 mendatang. Di tengah tensi persaingan yang kian meningkat, desakan moral untuk menjaga marwah dan martabat jurnalisme mengalir deras.
N. Mujianto, CEO PT. Dhafa Noval Bhayangkara sekaligus Pimpinan Media Tabloid FBI, tampil tegas menyuarakan independensi insan pers. Ia menyerukan komitmen penuh untuk mengawal suksesi kepemimpinan PWI Sumedang agar berjalan secara jujur, adil (jurdil), dan transparan, serta bersih dari intervensi politik maupun praktik kotor politik uang (money politics).
“Siapa pun yang terpilih harus menjalankan organisasi wartawan dengan benar, tanpa balas budi politik, tanpa money politics, serta mampu merangkul semua unsur pers di Kabupaten Sumedang tanpa diskriminasi. Kita dukung sportivitas dua kandidat yang maju,” tegas N. Mujianto pada Jumat, (6/11).
Pernyataan ini mengiringi penetapan resmi dua figur yang lolos syarat administratif untuk bertarung memperebutkan kursi PWI 1. Kedua bakal calon tersebut yakni Adang Jukardi (Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat Sumedang Raya.com) dan Azis Abdullah (Pemimpin Redaksi Kapol.id).
Secara teknis, proses pendaftaran kandidat telah resmi ditutup pada Jumat (6/11/2026) pukul 09.00 WIB. Arena penentuan arah organisasi ini nantinya berada di tangan 20 pemilik hak suara sah, dari total 32 anggota PWI Kabupaten Sumedang.
Mengingat ketatnya kontestasi, penegakan prinsip profesionalisme menjadi harga mati. Pemilihan pada 23 November 2026 bukan sekadar panggung perebutan kursi kepemimpinan, melainkan ujian konsistensi bagi insan pers di Bumi Tahu dalam menjaga solidaritas, integritas, dan marwah organisasi wartawan agar tetap independen tanpa ternoda kepentingan pragmatis. ***





