“Kecewa Bupati Mangkir, Oesep Sarwat dan Koalisi 99 Ancam Segel Ruang Kerja Bupati Sumedang”

SUMEDANG, KABARPEMUDA.id  — Pembukaan tabir atas rumor sensitif yang mengguncang Pemerintah Kabupaten Sumedang berujung antiklimaks. Agenda audiensi resmi yang digagas Koalisi 99 Peduli Sumedang mentok setelah Bupati Sumedang “memilih absen” dalam pertemuan yang dijadwalkan, Senin, (28/9). Ketidakhadiran sang pimpinan daerah menyulut kekecewaan mendalam dan memicu ancaman aksi penyegelan kantor pemda.

Padahal, permohonan audiensi telah dilayangkan secara bersurat sejak sepekan sebelumnya. Moderator aksi, Oesep Sarwat, menegaskan bahwa kehadiran rombongannya murni dilandasi itikad baik untuk melakukan tabayyun dan meluruskan silang sengit isu yang membelit Wakil Bupati Sumedang, bukan untuk menghakimi.

Bacaan Lainnya

“Kami tentu kecewa. Kami datang untuk mencari kejelasan, bukan menghakimi siapa pun,” tegas Oesep Sarwat.

Isu yang menjadi pemantik gerakan ini bukanlah perkara sepele. Beredarnya pesan berantai yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Menurut Oesep Sarwat, klarifikasi langsung dari pimpinan tertinggi Pemkab Sumedang sangat krusial guna menghentikan liar spekulasi publik sekaligus membentengi nama baik pejabat terkait dari tuduhan tak berdasar.

Sebagai respons atas ketidakhadirannya, Bupati Sumedang mengutus Asisten Daerah (Asda) untuk memimpin jalannya dialog. Namun, langkah kompromistis ini ditolak mentah-mentah oleh Koalisi 99. Mereka menilai kehadiran perwakilan tidak akan menyelesaikan akar persoalan karena posisi Asda dianggap sebatas penyambung lidah tanpa kewenangan eksekutif penuh.

“Kami tidak bermaksud menyepelekan Asda, tetapi kami butuh penjelasan langsung dari pengambil keputusan utama,” ujar Oesep Sarwat sembari mengumumkan pembatalan sepihak atas agenda audiensi tersebut.

Sikap dingin pemerintah daerah ini direspons lebih keras oleh Pembina Koalisi 99 Peduli Sumedang, H. Ecek Karyana. Ecek melayangkan ultimatum terbuka bahwa pihaknya siap menerjunkan massa dalam jumlah besar jika Pemkab terus menghindar dari tanggung jawab keterbukaan informasi.

“Jika Bupati tetap bersikap pasif dan mengabaikan panggilan ini, kami tidak akan ragu menduduki dan menyegel ruang kerja Bupati Sumedang,” gertak Ecek.

Kendati melontarkan gertakan tajam, Ecek menegaskan bahwa koridor gerakan mereka tetap berorientasi pada pengungkapan kebenaran. Keterbukaan informasi publik dipandang sebagai satu-satunya cara untuk memutus rantai fitnah yang terlanjur meluas.

Kini, Oesep Sarwat beserta Koalisi 99 Peduli Sumedang bersiap pasang kuda-kuda, mengamati setiap dinamika dan respons lanjutan dari Pemkab Sumedang sebelum mengeksekusi gelombang aksi massa balasan.***

Pos terkait