Menjaga Obor Pancasila: 48 Tahun Langkah Nyata GM FKPPI Mengabdi untuk Negeri

SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Empat puluh delapan tahun sudah Obor Pancasila terus menyala dalam lambang GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri). Sejak memancarkan pijar pertamanya pada 12 September 1978, organisasi kader ini melintasi tiga zaman mulai dari babak Orde Baru, gelombang Reformasi, hingga pusaran era digital hari ini. Mengusung tema “Bhakti Kami 48adi untuk Ibu Pertiwi”, GM FKPPI mempertegas komitmennya: apa pun dinamika zaman, dedikasi untuk bangsa takkan pernah padam.

Sekretaris Daerah PD X GM FKPPI Provinsi Jawa Barat, Faisal Mohamad Nugraha, menegaskan bahwa usia ke-48 bukan sekadar deretan angka, melainkan pematangan kedewasaan organisasi yang lahir dari rahim tiga matra TNI dan Polri.

Bacaan Lainnya

“GM FKPPI adalah kawah candradimuka. Maksud dan tujuan utama kami adalah mencetak kader-kader anak TNI-Polri agar tumbuh menjadi pemimpin yang memberi kemanfaatan luas bagi bangsa dan negara,” tutur Faisal, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat PC 1010 GM FKPPI Kabupaten Sumedang, saat memberikan keterangan kepada media.

Jejak bakti itu, lanjut Faisal, telah terukir nyata di bumi Sumedang. Salah satu rekam jejak terbaiknya adalah ketika FKPPI berhasil mengantarkan kadernya, almarhum H. Endang Sukandar, menjadi Bupati Sumedang periode 2013–2018. Rekam jejak sejarah inilah yang terus membakar semangat kepengurusan untuk tiada henti mengabdi.

Ia juga menggarisbawahi esensi tema peringatan tahun ini, “Bakti Kami untuk Negeri”, sebagai pengingat moral agar setiap gerak langkah organisasi senantiasa berbuah manfaat nyata bagi masyarakat.

Dinamika keorganisasian di tingkat basis pun terus bergulir pesat. “Saat ini, Pengurus Cabang GM FKPPI Kabupaten Sumedang menaungi 19 Pengurus Rayon. Momentum konsolidasi terbaru ditandai dengan pelantikan kepengurusan Rayon 10.10.19 Jatinangor oleh Ketua PC, Kang Leli,” jelas Faisal, seraya berharap spirit konsolidasi dan Musyawarah Rayon dapat terus bergelora di seluruh penjuru Kabupaten Sumedang.

Menatap Indonesia Emas 2045: Jadi Solusioner, Bukan Penonton

Senada dengan hal tersebut, Ketua PC 1010 GM FKPPI Kabupaten Sumedang, Leli Suparli RZ, menegaskan bahwa perayaan 48 tahun adalah bukti kokohnya estafet semangat para pendiri bangsa yang tak pernah terputus.

“Di usia ke-48 ini, pertanyaannya bukan lagi ‘seberapa megah kita merayakannya’, melainkan ‘seberapa besar bakti yang telah kita persembahkan untuk negeri’. Tantangan besar sudah membentang di hadapan kita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Leli penuh optimisme.

Menurut Leli, menyongsong 19 tahun menuju Indonesia Emas 2045, peta pertempuran telah bergeser. Medan laga tak lagi berupa perang fisik, melainkan perang ideologi, perang data, perang ekonomi, dan perjuangan mengentaskan kemiskinan. Di sinilah jati diri dan peran strategis Generasi Muda FKPPI diuji.

“Kita tidak boleh sekadar menjadi penonton di rumah sendiri. Kita harus hadir sebagai solusioner pembawa solusi. Sebagaimana selaras dengan tema: Dari Generasi Muda FKPPI Untuk Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Leli menekankan pentingnya membangun jembatan lintas generasi sebagai arah gerak organisasi. Generasi senior mentransfer kedisiplinan dan nilai sejarah, sementara generasi muda menyuntikkan gagasan segar serta penguasaan teknologi. Duduk satu meja, melintasi batas usia, demi satu tujuan mulia: Indonesia yang lebih baik.

“Mari turun ke bumi, hadir langsung di tengah rakyat. Bakti itu harus nyata. Jangan sampai kita terlihat besar di baliho dan spanduk, tetapi kerdil dalam aksi. Jaga budaya bangsa sebagai jati diri. Menatap ke belakang bukan untuk menepuk dada, melainkan untuk belajar. Pada akhirnya, track record pengabdian kitalah yang akan diingat oleh Ibu Pertiwi,” tutur Leli seraya mengepalkan tangan ke udara, memimpin pekik yel-yel: “Salam GM FKPPI! SOLID, KUAT, MILITAN!” yang menyulut gelora semangat para kader.

Rangkaian Syukuran Penuh Hikmat

Khitmatnya syukuran HUT ke-48 ini diawali dengan tausiyah singkat yang menyejukkan hati oleh KH. M. Syarifuddin Ar Rusydy, Pimpinan Ponpes Salafiyah As-Siroojul Munawwar yang juga bertindak sebagai Dewan Penasehat PC 1010 GM FKPPI Sumedang.

Suasana keakraban makin terasa saat Ade Hermanto membawakan pemaparan sejarah perjalanan GM FKPPI, menyegarkan kembali ingatan kolektif para kader akan akar perjuangan organisasi. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pembacaan doa yang dipimpin secara khusyuk oleh Ustadz Didi Supriadi dari Rayon Paseh.**(Gani)

Pos terkait