Konsolidasi Struktur dan Pendekatan Sosial, PKB Sumedang Patok Target 9 Kursi di Parlemen pada 2029

SUMEDANG,KABARPEMUDA.id — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumedang resmi menancapkan fondasi politik baru untuk periode 2026–2031. Berbekal kepengurusan baru dan penataan strategi sejak dini, partai besutan para kiai ini mematok target optimistis meraih sedikitnya sembilan kursi di DPRD Kabupaten Sumedang pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 mendatang.

Komitmen politik tersebut ditegaskan oleh Ketua DPC PKB Sumedang, Taufik Nurrohim, di hadapan jajaran pengurus pusat (DPP) dan ratusan kader dalam agenda Orientasi, Pengukuhan, serta Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Graha Insun Medal, Sumedang, Sabtu (17/10/2026).

Bacaan Lainnya

Taufik menegaskan bahwa momentum pengukuhan kepengurusan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pijakan awal transformasi PKB Sumedang menuju panggung politik yang lebih inklusif dan berdampak nyata.

“Melalui momentum Muskercab ini, kami mengukuhkan peran DPC PKB Sumedang tidak hanya sebagai ‘partai ide’, tetapi juga ‘partai pelayanan’. Kami ingin memastikan kehadiran partai dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kerja-kerja sosial dan pemberdayaan ekonomi yang konkrit,” ujar Taufik.

Strategi Berbasis Akar Rumput

Demi merealisasikan target sembilan kursi parlemen pada 2029, PKB Sumedang merancang peta jalan politik yang menitikberatkan pada pembenahan internal dan rekrutmen terbuka. Konsolidasi mesin partai hingga ke tingkat ranting mulai digencarkan untuk menggaet figur-figur potensial di masyarakat.

“Fokus utama kami saat ini adalah merapikan struktur organisasi dari atas hingga bawah, sekaligus membuka pintu lebar-lebar bagi talenta terbaik daerah yang ingin berjuang bersama PKB. Dengan mesin partai yang solid dan kader berkualitas, kami optimistis target tersebut rasional untuk dicapai,” tuturnya.

Memprioritaskan Parlemen Sebelum Kontestasi Pilkada

Menanggapi dinamika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumedang mendatang, Taufik menegaskan bahwa pihaknya memilih untuk bersikap rasional dan terukur. Fokus utama partai saat ini diarahkan sepenuhnya untuk mengamankan perolehan suara di pemilu legislatif terlebih dahulu.

Menurutnya, raihan kursi di parlemen pada 2029 akan menjadi indikator kunci serta modal tawar politik yang menentukan arah langkah PKB—baik dalam mengusung kader internal secara mandiri maupun dalam membangun pilar koalisi.

“Kami tidak ingin tergesa-gesa memikirkan bursa calon bupati. Konsentrasi kami adalah bekerja maksimal merebut hati rakyat di Pileg. Hasil pemilu legislatif nanti yang akan menjadi fondasi, apakah kami cukup kuat melangkah sendiri atau membangun kerja sama strategis dengan kekuatan politik lain,” kata Taufik.

Mendorong Sinergi dan Kolegialitas Lintas Partai

Di akhir pemaparannya, Taufik melontarkan gagasan penting mengenai pentingnya membangun keharmonisan antar-kekuatan politik di Kabupaten Sumedang. Menurutnya, kompetisi politik harus berujung pada kolaborasi di lembaga legislatif demi kepentingan daerah yang lebih luas.

Ia berharap seluruh fraksi di parlemen nantinya dapat melepaskan ego sektoral demi menghasilkan regulasi dan penganggaran daerah (budgeting) yang berpihak pada kesejahteraan warga Sumedang.

“Politik di parlemen hendaknya dibangun atas dasar sinergi. Kami berharap seluruh elemen partai politik di Sumedang dapat bermitra secara produktif, sehingga kebijakan hukum maupun anggaran yang dilahirkan benar-benar berorientasi pada kemajuan daerah dan kemakmuran masyarakat,” pungkasnya.***

Pos terkait