Membasuh Jiwa di Ambang Perpisahan Ramadan: Pesan Takzim Bupati Sumedang dari Masjid Al Hikmah

KABARPEMUDA.id – Di bawah naungan syahdu malam-malam terakhir Ramadan, suasana Masjid Al Hikmah, Dusun Citaman, Desa Bojongloa, berubah menjadi samudera ketenangan.

Pada Selasa (10/3/2025), Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, hadir dalam balutan Safari Ramadan untuk membasuh relung hati masyarakat Buahdua dengan pesan-pesan yang menyejukkan jiwa.

Bacaan Lainnya

Bupati Dony mengingatkan bahwa kita kini tengah berdiri di gerbang kemuliaan. Sepuluh malam terakhir bukanlah sekadar hitungan waktu, melainkan saat di mana pintu-pintu langit terbuka lebar, menanti hamba-hamba yang rindu akan ampunan-Nya.

Dalam tausiyahnya, Bupati mengajak seluruh jamaah untuk memperkencang “ikat pinggang” ibadah, menghidupkan malam dengan cahaya ketaatan agar detik-detik berharga tidak berlalu tanpa makna. Dony menitipkan tiga amalan utama sebagai pelita di penghujung bulan suci:

Menjadikan masjid sebagai sebaik-baiknya tempat bersimpuh dan mengadu. Membasahi bibir dengan kalam Ilahi sebagai penawar dahaga spiritual dan pelita bagi jiwa yang gelap.

Memohon dengan penuh harap agar dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang kemuliaannya melampaui seribu bulan.

“Ramadan adalah kesempatan emas untuk membasuh diri dari noda, meningkatkan kualitas penghambaan, serta memperdalam rasa syukur atas segala limpahan nikmat-Nya,” tutur Bupati Dony dengan penuh khikmat.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa rahasia kebahagiaan sejati terletak pada syukur. Berlandaskan janji Sang Pencipta, barangsiapa yang mensyukuri karunia-Nya, niscaya nikmat tersebut akan terus bertambah dan mengalir deras. Beliau mengajak masyarakat untuk memandang setiap helaan napas dan rezeki melalui kacamata iman, sehingga hidup terasa lebih tenang, tenteram, dan bermakna.

Tak hanya soal hubungan vertikal kepada Sang Khalik (Hablum Minallah), Bupati juga menitipkan pesan tentang pentingnya menjaga kemanusiaan (Hablum Minannas). Bupati Dony berharap kemegahan fisik masjid sejalan dengan hidupnya ruh jamaah yang saling mengasihi.

“Jadikan Ramadan ini momentum untuk merajut kembali tali ukhuwah yang mungkin sempat merenggang, sembari terus memakmurkan rumah-rumah Allah,” tambahnya di hadapan para jamaah yang khusyuk menyimak.

Menutup kegiatan tersebut, Camat Buahdua, Kiki Hakiki, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran jajaran pemerintah daerah. Camat Kiki memandang silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan sebuah jembatan hati.

Diharapkan, momentum ini memperkuat semangat gotong royong antar warga untuk membangun Kecamatan Buahdua ke arah yang lebih barokah, maslahat, dan sejahtera di bawah rida Allah SWT. (GUH)***

Pos terkait