Peranan Wanita Sukabumi dalam Meningkatkan Indeks Prestasi Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Oleh: Ika Kartika, M.Si

Komisaris PT. Aruna Evara Utama

Dalam pembangunan daerah modern, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang menentukan kemajuan ekonomi suatu wilayah.

Kabupaten dan Kota Sukabumi memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perdagangan, industri kreatif, pariwisata, dan UMKM.

Namun, keberhasilan pembangunan ekonomi lokal tidak hanya bergantung pada investasi dan infrastruktur, melainkan juga pada kualitas manusia yang menggerakkannya.

Dalam konteks ini, perempuan atau wanita Sukabumi memiliki peranan yang sangat strategis.

Selama bertahun-tahun, kontribusi perempuan sering kali dipandang hanya terbatas pada ruang domestik.

Padahal dalam realitas ekonomi modern, perempuan telah menjadi bagian penting dalam sektor pendidikan, kewirausahaan, kesehatan, industri rumah tangga, hingga penggerak ekonomi digital.

Peningkatan kualitas perempuan secara langsung berdampak pada peningkatan kualitas keluarga, pendidikan anak, produktivitas tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Jawa Barat terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih terdapat kesenjangan dibanding laki-laki.

Di Sukabumi sendiri, partisipasi tenaga kerja perempuan telah menjadi salah satu penopang sektor informal, UMKM, perdagangan, dan industri jasa.

Selain itu, data pembangunan manusia menunjukkan bahwa peningkatan pendidikan dan kesehatan perempuan memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan kualitas sumber daya manusia.

Dataset Indeks Pembangunan Manusia berbasis gender di Jawa Barat memperlihatkan bahwa daerah dengan kualitas pendidikan dan kesehatan perempuan yang lebih baik cenderung memiliki kualitas pembangunan manusia yang lebih tinggi.

Secara ilmiah, hal ini sejalan dengan teori Human Capital yang dikembangkan oleh Gary Becker, yang menjelaskan bahwa investasi pada pendidikan, kesehatan, dan keterampilan manusia akan meningkatkan produktivitas ekonomi.

Dalam konteks Sukabumi, ketika perempuan memperoleh akses pendidikan yang baik, keterampilan kerja, kesehatan yang memadai, dan kesempatan ekonomi, maka dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara luas.

Penelitian terbaru mengenai Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perempuan di Jawa Barat menunjukkan bahwa faktor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan gender memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kontribusi perempuan dalam ekonomi daerah.

Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa kesehatan perempuan dan akses terhadap sumber daya ekonomi menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja perempuan.

Perempuan Sukabumi saat ini telah banyak terlibat dalam berbagai sektor ekonomi lokal. Di sektor UMKM misalnya, perempuan mendominasi usaha kuliner, fesyen lokal, kerajinan, perdagangan kecil, hingga usaha berbasis digital dan media sosial. Dalam banyak kasus, perempuan juga menjadi penyangga ekonomi keluarga.

Keberadaan perempuan dalam aktivitas ekonomi memiliki efek berantai yang sangat besar:

• meningkatkan pendapatan keluarga,
• memperbaiki kualitas pendidikan anak,
• meningkatkan kesehatan keluarga,
• mengurangi angka kemiskinan,
• dan memperkuat ekonomi masyarakat tingkat bawah.

Di wilayah pedesaan Sukabumi, banyak perempuan juga menjadi bagian penting dalam sektor pertanian dan industri rumahan. Sayangnya, sebagian besar masih berada di sektor informal dengan akses modal, teknologi, dan pelatihan yang terbatas.

Karena itu, peningkatan kualitas perempuan tidak boleh hanya dipandang sebagai isu gender, melainkan sebagai strategi pembangunan ekonomi daerah.

Meskipun kontribusi perempuan semakin besar, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian:

1. Rendahnya akses pelatihan keterampilan modern.
2. Masih terbatasnya akses pembiayaan usaha bagi perempuan.
3. Ketimpangan kesempatan kerja formal.
4. Rendahnya literasi digital di sebagian wilayah pedesaan.
5. Masih adanya stigma sosial terhadap kepemimpinan perempuan.
6. Keterbatasan perlindungan sosial dan kesehatan kerja bagi pekerja perempuan informal.

Saya melihat jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka potensi besar perempuan Sukabumi tidak akan berkembang secara optimal.

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, diperlukan langkah strategis dan berkelanjutan.

1. Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan
Pemerintah daerah perlu memperluas pelatihan berbasis kebutuhan industri modern seperti:

• digital marketing,
• kewirausahaan,
• pengelolaan UMKM,
• teknologi pangan,
• desain kreatif,
• serta ekonomi digital.

Perempuan muda Sukabumi harus dipersiapkan menghadapi ekonomi masa depan, bukan hanya ekonomi tradisional.

2. Penguatan UMKM Perempuan
Program bantuan modal, akses perbankan, dan pendampingan usaha bagi perempuan perlu diperluas. Banyak usaha perempuan gagal berkembang bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena kurang akses pasar dan pembinaan.

3. Peningkatan Literasi Digital
Di era ekonomi digital, kemampuan teknologi menjadi kebutuhan utama. Pelatihan penggunaan media sosial bisnis, pemasaran online, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence) dapat membuka peluang ekonomi baru bagi perempuan Sukabumi.

4. Peningkatan Kesehatan dan Perlindungan Sosial

Penelitian menunjukkan bahwa kesehatan perempuan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja. Karena itu, akses kesehatan ibu dan perempuan produktif harus menjadi prioritas pembangunan daerah.

Ada beberapa langkah yang menurut saya penting dilakukan pemerintah daerah:

• memperbesar investasi pembangunan SDM perempuan,
• membangun pusat pelatihan ekonomi kreatif perempuan,
• memperluas akses internet dan teknologi hingga desa,
• memperkuat program UMKM berbasis perempuan,
• meningkatkan kerja sama dengan dunia usaha dan perguruan tinggi,
• membuka lebih banyak ruang kepemimpinan perempuan,
• serta menciptakan kebijakan ekonomi yang ramah terhadap pekerja dan pelaku usaha perempuan.

Menurut saya wanita Sukabumi bukan hanya bagian dari pembangunan, tetapi merupakan salah satu fondasi utama pembangunan itu sendiri.

Ketika perempuan diberdayakan melalui pendidikan, kesehatan, keterampilan, dan kesempatan ekonomi, maka kualitas sumber daya manusia daerah akan meningkat secara signifikan.

Pertumbuhan ekonomi lokal yang kuat tidak dapat dibangun hanya dengan infrastruktur fisik. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan lahir dari manusia yang berkualitas, produktif, sehat, dan berdaya.

Dan, dalam proses itu, perempuan Sukabumi memiliki peranan yang sangat besar untuk membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Oleh karena itu saya mengajak wanita sukabumi harus menyatukan persepsi bersama untuk tujuan mulia dalam membangun daerah. ***

Pos terkait