Pilkades Citaleus: Niatkan Ibadah, Warno Siap Bertarung dengan Visi Pembangunan Merata

SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Langkah politik menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Citaleus, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, kian diwarnai optimisme. Sosok Warno, calon Kepala Desa nomor urut 1 asal Dusun Citunggul, hadir membawa energi positif dan komitmen nyata yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Di kalangan warga maupun tokoh masyarakat luas, Warno dikenal sebagai pribadi yang berintegritas, lugas, dan berjiwa sosial tinggi. Kepemimpinannya yang bijaksana serta sikap loyalnya terhadap kepentingan warga menjadikan sosoknya dekat dan dipercaya oleh berbagai lapisan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menghadapi kontestasi politik desa ini, Warno menegaskan bahwa pencalonannya murni didasari oleh niat luhur untuk beribadah dan mengabdi. Dengan kesiapan mental yang matang, ia menyikapi kompetisi ini secara bijak siap menang maupun menerima hasil dengan lapang dada seraya terus berikhtiar maksimal demi membawa perubahan nyata bagi Desa Citaleus.

Langkah perjuangan kandidat nomor urut 1 ini ditopang oleh arah pembangunan yang terstruktur melalui visi dan misi unggulan:

Visi

“Terwujudnya masyarakat desa yang maju, mandiri, sejahtera, religius, dan berkeadilan, berbasis prinsip kesatuan sikap, niat, dan tujuan demi kemajuan bersama.”

Misi

Pemerintahan Bersih dan Inklusif: Mewujudkan tata kelola desa yang jujur, transparan, dan akuntabel, serta memberikan pelayanan publik yang cepat dan adil tanpa membeda-bedakan warga.

Kemandirian Ekonomi Rakyat: Menggerakkan roda perekonomian desa melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pendampingan berkelanjutan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pemerataan Pembangunan Infrastruktur: Mempercepat dan meratakan pembangunan sarana-prasarana vital, seperti akses jalan desa, fasilitas sanitasi, dan infrastruktur umum demi kenyamanan warga.

Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM): Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, mendukung sektor pendidikan, serta aktif menggerakkan potensi kepemudaan dan kegiatan keagamaan.

Harmonisasi dan Kelestarian Lingkungan: Membangun tatanan masyarakat yang aman, kondusif, dan berwawasan lingkungan guna menciptakan suasana desa yang asri dan berdaya saing.***

Pos terkait