SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok desa. Melalui Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP Kelas I Bandung), program Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier resmi hadir untuk mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah Kabupaten Sumedang.
Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen bersama untuk menjadikan Kecamatan Ujungjaya sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Kabupaten Sumedang. Dengan potensi lahan pertanian yang subur serta semangat gotong royong para petani lokal, optimalisasi sistem irigasi ini diyakini mampu mendorong terwujudnya kedaulatan dan ketahanan pangan daerah secara mandiri dan berkelanjutan.
Pembangunan infrastruktur irigasi ini menyasar kawasan strategis pertanian yang dikelola oleh Kelompok Tani Cikedung, tepatnya di Desa Palasari, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. Berada pada koordinat geografis -6°42’29”, 108°7’2″ dengan ketinggian 128 meter di atas permukaan laut, saluran irigasi ini dirancang secara presisi untuk menjamin kelancaran distribusi air.
Dengan hadirnya jaringan irigasi yang optimal ini, tercatat sebanyak 25 hektar lahan persawahan kini teraliri air secara merata dan berkelanjutan. Program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 ini menjadi bukti nyata transparansi dan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para petani daerah. Terjaminnya pasokan air sepanjang musim juga membuka peluang peningkatan indeks pertanaman (IP), sehingga kapasitas produksi beras di Ujungjaya semakin meningkat pesat.
Kehadiran infrastruktur pendukung pertanian ini disambut hangat dan penuh rasa syukur oleh masyarakat setempat. Ketua Kelompok Tani Cikedung Desa Palasari, H. Asep, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian dan bantuan nyata dari Kementerian Pertanian.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas realisasi program operasi dan pemeliharaan irigasi tersier ini di desa kami. Mewakili seluruh anggota Kelompok Tani Cikedung dan warga Desa Palasari, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertanian dan BPLIP Kelas I Bandung. Pasokan air yang lancar merupakan urat nadi bagi sawah kami. Dengan bantuan APBN ini, kami optimistis hasil panen akan semakin melimpah dan kesejahteraan petani di Palasari dapat terus meningkat,” ujar H. Asep, Kamis (3/9) dengan penuh rasa bangga.
Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi momentum penguat sinergi antara pemerintah pusat dan para petani lokal, guna mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di kawasan Sumedang dan sekitarnya. Keberhasilan pengelolaan air di Desa Palasari ini sekaligus membuktikan bahwa Ujungjaya siap menjadi penopang utama ketahanan pangan Kabupaten Sumedang menuju masa depan pertanian yang modern, tangguh, dan sejahtera.***





