SUMEDANG,KABARPEMJDA.id — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Jurnalisme Santri FORKOWAS atas wafatnya Abah Ajun Munawar, ayahanda tercinta dari Bapak Pipin AM, pada Jumat (4/9/2026).
Kepergian almarhum ke haribaan Sang Khalik menandai berpulangnya sosok teladan yang semasa hidupnya dikenal sarat akan kepribadian hangat serta nilai-nilai kebajikan.
Kalimat istirja Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un mengalun sebagai bentuk ketundukan atas ketetapan Ilahi bahwa setiap jiwa insan pada akhirnya akan kembali kepada Penciptanya.
Melalui pernyataan resminya, segenap insan media dan pengurus yang terhimpun dalam Keluarga Besar Jurnalisme Santri FORKOWAS menyampaikan belasungkawa dan rasa simpati yang mendalam atas duka yang dialami oleh Bapak Pipin AM beserta keluarga yang ditinggalkan.
“Kami menyatukan barisan doa bagi almarhum Abah Ajun Munawar. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan dedikasi kebajikan beliau semasa hidup, mengampuni segala kekhilafannya, serta melapangkan jalan beliau menuju tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkap Helmi Fauzi Ridwan perwakilan pengurus Jurnalisme Santri FORKOWAS Kabupaten Sumedang.
Selain memanjatkan doa bagi almarhum, dorongan moral dan ketabahan turut dipanjatkan bagi keluarga besar yang ditinggalkan agar senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, serta keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.
Aamiin Ya Rabbal Alamin.





