INDRAMAYU, KABARPEMUDA.ID – Wujud komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan berawal dari penyediaan sarana belajar yang representatif. UPTD SDN 2 Mangunjaya, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, resmi merealisasikan Program Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah guna menjamin kenyamanan serta keamanan para peserta didik selama proses pembelajaran, Kamis (3/9/2026).
Program bantuan ini digelontorkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Berasal dari alokasi APBN Tahun Anggaran 2026, proyek ini menelan dana sebesar Rp602.960.000,-.
Secara umum, revitalisasi ini ditujukan untuk mewujudkan lingkungan Sekolah Dasar yang aman, nyaman, sehat, dan layak pakai, sebagai pilar penting pembenahan kualitas pendidikan dasar nasional. Melalui penataan infrastruktur gedung secara holistik, SDN 2 Mangunjaya berupaya menghadirkan ruang tumbuh yang ideal bagi para siswa.
Kepala UPTD SDN 2 Mangunjaya, Kayim, S.Pd., menegaskan bahwa pengerjaan fisik ini berdampak langsung terhadap efektivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Menariknya, pengerjaan proyek menerapkan sistem swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan memberdayakan para wali murid sebagai tenaga kerja utama. Langkah ini diambil guna menjaga standar kelaikan dan kualitas bangunan secara optimal.
“Anak-anak adalah masa depan kita. Kehadiran ruang kelas yang nyaman, bersih, dan aman akan memantik semangat belajar mereka. Revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda di Mangunjaya,” ujar Kayim.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Indramayu, serta Dinas Pendidikan atas terealisasinya program strategis ini. Adapun cakupan pembenahan infrastruktur meliputi rehabilitasi ruang kelas 1 hingga 6, ruang guru, serta fasilitas toilet sekolah.
Nada optimisme serupa disampaikan oleh Ketua Komite Sekolah sekaligus Ketua Panitia, H. Rustono, S.H. Pihaknya mengapresiasi perhatian pemerintah dan berharap intervensi sarana ini mampu memicu daya kreasi tenaga pendidik, menorehkan prestasi siswa, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri.
Dukungan penuh juga mengalir dari para orang tua murid. Wage dan Asan, perwakilan wali murid, mengungkapkan rasa terima kasih atas sinergi pemerintah dan kegigihan pihak sekolah dalam memperjuangkan hak belajar anak-anak mereka.
“Kami berharap perbaikan sarana ini dapat mendongkrak motivasi belajar anak-anak, sehingga mereka kelak tumbuh menjadi generasi unggul yang berkontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara,” tutur Wage. (Caya)





