SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Komitmen pemerintah dalam mengokohkan ketahanan pangan nasional kian berdampak nyata hingga ke tingkat tapak. Melalui Kementerian Pertanian via Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP Kelas I Bandung), program Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier resmi digulirkan guna mengoptimalkan potensi agraris di wilayah Kabupaten Sumedang.
Langkah ini menjadi manifestasi krusial dari komitmen kolektif untuk mengukuhkan Kecamatan Ujungjaya sebagai salah satu lumbung pangan andalan daerah. Berbekal potensi hamparan lahan yang subur serta spirit gotong royong masyarakat agraris setempat, optimalisasi tata kelola air ini diyakini mampu mengakselerasi terwujudnya kedaulatan serta ketahanan pangan daerah yang mandiri dan berkelanjutan.
Infrastruktur irigasi tersier tersebut dibangun menembus kawasan pertanian strategis yang dikelola oleh Kelompok Tani Sumber Rejeki di Desa Sukamulya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. Berdiri kokoh di atas hamparan persawahan produktif berdataran rendah, saluran irigasi ini dirancang presisi demi menjamin kelancaran, kesetaraan, serta efisiensi distribusi pasokan air hingga ke hamparan lahan terjauh.
Dampak langsung dari hadirnya jaringan irigasi prima ini, pasokan air ke lahan persawahan kini teraliri secara merata dan berkelanjutan. Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 ini menjadi bukti konkret akuntabilitas dan keseriusan pemerintah dalam mendongkrak produktivitas serta kesejahteraan para petani daerah. Kepastian pasokan air sepanjang musim ini sekaligus membuka peluang peningkatan Indeks Pertanaman (IP), sehingga kapasitas produksi beras di Ujungjaya diproyeksikan melonjak signifikan.
Inisiatif strategis ini disambut antusias dan penuh rasa syukur oleh warga setempat. Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Sukamulya, H. Ali, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan intervensi nyata dari Kementerian Pertanian.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas realisasi program operasi dan pemeliharaan irigasi tersier ini di wilayah kami. Mewakili seluruh anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki dan masyarakat Desa Sukamulya, saya menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Pertanian serta BPLIP Kelas I Bandung. Pasokan air yang andal adalah urat nadi utama persawahan kami. Berkat dukungan APBN ini, kami optimistis produktivitas panen akan meningkat pesat demi kesejahteraan petani yang berkelanjutan,” ungkap H. Ali, Kamis (3/9).
Dukungan serupa disampaikan oleh Forum Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Ujungjaya. Ketua Forum Gapoktan Kecamatan Ujungjaya, Yugo Setiawandi, menilai bahwa intervensi infrastruktur dari pemerintah pusat ini menjadi angin segar sekaligus penguat semangat bagi seluruh komunitas petani di wilayah Ujungjaya.
“Optimalisasi irigasi tersier di Desa Sukamulya ini adalah bukti nyata sinergi yang harmonis antara pemerintah dan petani. Kami di tingkat forum sangat mengapresiasi langkah Kementan ini, karena air yang mengalir lancar tidak hanya mengairi sawah, tetapi juga membakar semangat para petani untuk terus meningkatkan produktivitas. Ini modal penting agar Ujungjaya makin solid menjadi benteng ketahanan pangan Sumedang,” tegas Yugo Setiawandi.
Tidak lupa, Yugo Setiawandi juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Ujungjaya, Ibu Ai, beserta jajaran penyuluh lainnya yang telah bekerja keras mendampingi dan memfasilitasi para kelompok tani di lapangan.
Melalui sinergi erat antara pemerintah pusat, dinas dan penyuluh pertanian, serta para petani lokal, keberhasilan tata kelola air di Desa Sukamulya ini semakin menegaskan kesiapan Kecamatan Ujungjaya sebagai pilar utama penopang ketahanan pangan menuju ekosistem pertanian yang modern, tangguh, dan sejahtera.***





