KABARPEMUDA.ID — Program Irigasi Perpompaan (Irpom) tahun 2026 merupakan strategi utama Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengamankan pasokan air pertanian dan mengantisipasi ancaman kekeringan.
Namun dalam pelaksanaan program Irigasi Perpompaan (IRPOM) tersebut di Wilayah Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu, sejumlah 15 titik, diduga sarat penyimpangan.
Pasalnya, pekerjaan proyek IRPOM tersebut diborongkan, untuk pemasangan listrik Rp 21juta dan pengeboran atau pemasangan flexibel sebesar Rp 50jt.
Program IRPOM bersumber anggaran APBN – DITJEN Lahan dan Irigasi Pertanian 2026 sebesar Rp. 155.700.000, (Seratus Lima Puluh Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah).
Anggaran program IRPOM tersebut diduga adanya pungli oleh oknum pihak yang terkait per titik Rp.17.700.000, (Tujuh Belas Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah) berdalih untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kab Indramayu.
Hal tersebut diungkapkan pengurus Kelompok Tani penerima program IRPOM warga Kecamatan Gabuswetan.
”Termin pertama cair Rp. 100 juta lebih, tapi dipotong katanya untuk Dinas sebesar Rp. 17 juta lebih,” ungkap SKD (inisial).
”Makanya kita agak pusing juga soalnya bayar pemasangan listrik 21 juta dan pemasangan flexibel Rp. 50 juta belum untuk pembangunan tempatnya,” ungkap pengurus Poktan penerima program IRPOM, AKD (inisial)warga Kecamatan Gabuswetan, pekan lalu di Desanya.
Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Gabuswetan, Wahyudin saat hendak diminta konfirmasinya terkait dugaan pemangkasan anggaran program IRPOM sepuluh persen lebih, tidak ada ditempatnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Gabuswetan, Tiryono menjelaskan, bahwa dirinya tidak tahu menahu soal adanya dugaan anggaran program IRPOM dipotong puluhan juta rupiah per titik.
”Mengenai adanya potongan sepuluh persen itu saya tidak tahu, kalau untuk pembuatan SPJ iya dengar, waktu pemberkasan saya yang repot menanda tangani tapi giliran sudah cair pelaksanaannya kita tidak dilibatkan,” cetus Tiryono, Jum’at (19/6/2026) di Kantornya.
Kata dia, untuk dilapangan sudah dikondisikan satu pintu di KTNA Kec Gabuswetan.
”Mestinya KTNA itu stanbay disini biar rekan wartawan itu tidak ngejar saya terus,” katanya.
Lanjut dia,” Kecamatan Gabuswetan mendapat 15 titik kalau di Kec. Kroya dapat 19 titik program IRPOM, saya sebagai Kepala UPTD merangkap dua Kecamatan, “tambah Tiryono.
Berbagai elemen masyarakat Kecamatan Gabuswetan, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) supaya mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program Irigasi Perpompaan (IRPOM) yang dibiayai dari uang rakyat ratusan juta rupiah itu. (Pandi)





