Azis Abdullah: Mengawal Integritas di Sumedang, Menjaga Marwah Pers

Ketua Majelis Taklim Wartawan Sumedang atau FORKOWAS, Azis Abdullah

KABARPEMUDA.ID — Di tengah arus informasi yang kian deras, sosok Azis Abdullah berdiri sebagai pilar utama yang menjaga marwah pers di Kabupaten Sumedang.

Sebagai jurnalis senior lulusan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI), Azis bukan sekadar praktisi media, ia adalah garda terdepan yang memadukan profesionalisme jurnalistik dengan integritas moral dan advokasi sosial.

Bacaan Lainnya

Melalui kepemimpinannya di Forum Komunikasi Wartawan Sumedang (Forkowas), ia berhasil menyatukan fragmen-fragmen media ke dalam satu wadah yang solid, menjadikan organisasi tersebut sebagai benteng untuk menjaga marwah dan martabat profesi jurnalis di lapangan.

Di balik ketenangannya, Azis dikenal sebagai sosok yang tak kenal kompromi saat berhadapan dengan ancaman terhadap kebebasan pers.

Ia secara tegas mengecam setiap tindakan represif dan kekerasan fisik terhadap jurnalis yang sedang bertugas.

Baginya, menyerang jurnalis bukan sekadar serangan personal, melainkan upaya mencederai demokrasi.

Pria kelahiran Sumedang yang juga tergabung di “Kantor Hukum  I Nengah Merta, S.H.,M.H.,M.Si & Associates” itu, secara konsisten mendesak aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku penganiayaan jurnalis, tanpa toleransi sedikit pun.

​”Pers bekerja di bawah perlindungan undang-undang. Kekerasan adalah bentuk intimidasi yang harus kita lawan dengan mekanisme hukum,” tegasnya, Rabu ( 1/7)

Tak hanya berperan sebagai pengawal di lapangan, wartawan dibawah naungan PWI/Madya Dewan Pers itu, mengambil peran sebagai edukator publik.

Ia kerap turun tangan meluruskan kesalahpahaman masyarakat mengenai prosedur penyelesaian sengketa pemberitaan.

Azis menegaskan bahwa setiap karya jurnalistik yang dianggap merugikan pihak tertentu memiliki koridor hukum yang jelas, yakni melalui mekanisme Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers.

Azis Abdullah, wartawan Madya Dewan Pers*

Jurnalisme Santri

​Di sisi lain, ia juga menyeimbangkan ritme kerja jurnalistik yang keras dengan penguatan spiritualitas, jurnalisme santri.

Sebagai Pimpinan Majelis Taklim Wartawan Sumedang sekaligus pengurus Majelis Taklim Bersatu Sumedang, Azis menekankan bahwa integritas seorang jurnalis harus berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan.

​Kiprah Azis Abdullah menjadi cermin bagi insan pers di Sumedang bahwa menjadi jurnalis bukan sekadar mengejar headline, melainkan menjaga amanah profesi yang dibalut dengan keberanian, etika, dan pengabdian kepada masyarakat. ***

Penulis: Teguh Safary
Sumber: AI, 1 Juli 2026

Pos terkait